BUPATI terpilih Aceh Besar, Muharram Idris benar benar piawai dalam menyampaikan orasi politik di depan puluhan ribu pendukungnya di Lapangan Bola Kaki Armada, Peukanbada, Aceh Besar, Kamis (12/12/2024) menjelang siang.
Mantan Panglima GAM Aceh Rayeuk itu seperti mengaduk aduk emosi pendukungnya yang datang dari seluruh Aceh Besar,termasuk dari Kecamatan Pulo Aceh yang datang dengan boat khusus dan menumpang pikap terbuka menuju lokasi acara.
Warga seantero Aceh Rayeuk itu rela berpanas panas dan lesehan di lapangan, saat mendengar orasi politik Syech Muharram. “Bek Neutinggai Kamoe, Dampingi Kamoe Sampoe Limong Thon Ukue” (Jangan tinggalkan kami, dampingi kami hingga lima tahun ke depan). Pria yang lahir 10 Oktober 1975 itu ingin mengutarakan komitmennya untuk tidak melupakan para pedukungnya, selama lima tahun ia menjabat sebagai figur tertinggi di pemerintahan Aceh Besar hingga lima tahun ke dpan.
Antusiasme masyarakat Aceh Besar memang tak diragukan lagi. Nyaris seputaran pusat kecamatan Peukanbada, sejak tadi pagi dibanjiri oleh kendaraan pendukung Muharram/Syukri A Jalil. Mereka datang dengan kendaraan roda dua, kendaraan pribadi, mobil pikap hingga truk terbuka.
Acara itu sendii bertajuk, khanduri syukuran Paslon Muharram/Syukri atas kemenangan daam kontestasi politik di Pilkada Aceh besar. Walaupun dihadiri puluhan ribu orang, namun situasi sangat kondusiv, karena ratusan orang Satgas Komando Independen tampak mengatur acara itu secara apik dan sangat humanis.
Hidangan kuah beulangong menjadi menu utama dalam acara syukuran tersebut. Semua pengunjung dipastikan oleh panitia dan Sagas telah mndapatkan konsumsi makan siang bersama. “Alhamdulillah, semuanya tercover, kami membagi tugas mulai dari penerimaan di luar atau pengaturan parkir hingga mendistribusikan konsumsi bagi semua pengunjung,” kata Abu Bale, sosok Satgas yang selama ini terhitung sangat konsern dalam mendukung Paslon 01 di Pilkada Aceh Besar itu.
Dalam memberikan spirit dan menenangkan massa yang berpanas panas dalam acara out, Syech Muharam mengatakan secara filosofis, uronyoe seuum si uro, tapi insha Allah leupie selama limong thon ukue (hari ini panas sehri, tapi yakinlah akan dingin selama lima tahun ke depan,” kata Muharam dalam nada bersayap yang disambut tepuk tangan gemuruh para pendukungnya.
Muharam menambahkan, ia merasa sangat terharu jika ternyata masih ada masyarakat Aceh Besar yang mengingingkan perubahan. Ia memastikan jika kemenangan Paslon 01 Muharam/Syukri adalah kemenangan bersih tanpa ada sogok menyogok. “Untuk itu kita akan buat perubahan besar di Aceh Besar. Menuju daerah yang rakyatnya sejahtera,agamis serta meuadab. (berperadaban).
Dalam kesempatan itu, Muharram mengulas sejarah Kerajaan Aceh yang pernah jaya dan telah menjalin hubungan diplomatik dengan negara negara barat terutama Eropa khususnya Inggris, Belanda dan Turki. Untuk itu Muharram yang senantiasa cool tersebut berkeinginan untuk mngembalikan Aceh Besar ke era kejayaan masa lalu.
Simpati kepada Muharam/Syukri bukan hanya mengalir dari warga biasa, namun juga dari bocah disabilitas Dek Bat yang menginginkan untuk bertemu dengan Syech Muharaam. Dan acara syukuran itupun diwarnai momen haru ketika Syeh Muharram bertemu langsung dengan Muhammad Iqbal (dek bat) seorang penyandang disabilitas asal dari Gampong Glaa Meunasah Baro Kecamatan Krueng Barona Jaya, yang sejak lama mengidamkan kesempatan untuk bertatap muka dengan Syeh Muharram.
Selain itu, dalam acara tersebut turut diselenggarakan kegiatan penyantunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar, tokoh masyarakat, alim ulama serta pasangan jalur independen dari Kota Banda Aceh (Keuchik Zainal). Juga tampak anggota DPRK Aceh Besar, Banda Aceh dan anggota DPRA seperti Tati Meutia.
Khusus Penjabat Bupati Aceh Bear Muhammad Iswanto, yang sedang dalam perjalanan dinas luar Aceh, mewakilkan kehadirannya kepada Asusten II Sekda Aceh besar, M Ali SSos.
Acara khanduri, syukuran sekaligus terimakasih kepada puluhan ribu kader itu berakhir seiring berkumandangnya azan dhuhur, dan para peserta pulang secara teratur. Benar benar sebuah pesta rakyat yang berlangsung dengan nyman dan tak ada euforia berlebihan.



















