BANDA ACEH | ACEHHERALD.Com – Penunjukan Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah sebagai Kapolda Aceh bukan sekadar rotasi jabatan di tubuh Polri. Ini babak baru yang membawa harapan segar bagi Tanah Rencong, sebuah daerah yang indah sekaligus sarat tantangan.
Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP/2025 tertanggal 5 Agustus 2025, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mempercayakan pucuk kepemimpinan Polda Aceh kepada putra kelahiran Tangse, Kabupaten Pidie ini.
Ketua PW Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, menyambut penunjukan ini dengan penuh optimisme. Baginya, Brigjen Marzuki bukan hanya sosok perwira yang disiplin dan berintegritas, tetapi juga figur yang memahami denyut nadi masyarakat Aceh.
Pengalaman panjangnya di bidang pemberantasan narkoba, pembinaan personel, dan pengawasan internal adalah modal kuat untuk menakhodai Polda di tengah peredaran narkotika.
Sejak April 2024, Brigjen Marzuki memimpin BNN Provinsi Aceh. Rekam jejaknya dalam menekan peredaran narkoba dan menegakkan disiplin internal menjadi catatan penting mengapa ia layak dipercaya memegang kendali keamanan Aceh.
Di pundaknya kini terletak tanggung jawab besar, memastikan hukum tegak tanpa pandang bulu, melindungi rakyat, dan mengayomi semua lapisan masyarakat.
Namun, keberhasilan Kapolda baru bukan hanya soal kualitas pribadi. Ia memerlukan dukungan kolektif. Malik Musa mengajak seluruh elemen pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, hingga generasi muda—untuk bersinergi.
Tanpa partisipasi publik, aparat hanya akan menjadi barisan yang bekerja sendirian, sementara kejahatan bergerak dalam kecepatan yang tak kalah gesit.
Penunjukan Kapolda baru ini seharusnya di maknai sebagai momentum kebersamaan untuk memastikan bahwa keamanan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi bagi kemajuan.
Aceh membutuhkan lebih dari sekadar penegakan hukum, kepercayaan, keteladanan, dan kolaborasi.
Brigjen Marzuki membawa harapan itu. Tugas warga Aceh adalah memastikan harapan tersebut tumbuh menjadi kenyataan. Karena keamanan bukan hadiah, melainkan hasil dari kerja keras bersama.
Laporan: Andika Ichsan