
BANDA ACEH – ACEH EHRALD.COM
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Penerbangan Aceh yang terletak di kawasan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar mendadak kedatangan 20 orang tamu. Mereka adalah anggota Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Setelah berkeliling dan berdiskusi, Wakil Ketua Komisi X DPR RI mengatakan sekolah yang telah menghasilkan sejumlah lulusan itu dinyatakan layak untuk menjadi sekolah penerbangan tingkat regional Sumatera.
Menurut Abdul Fikri Faqih, berdasarkan laporan yang diterima, SMKN Penerbangan Aceh merupakan salah satu sekolah yang patut menjadi contoh bagi sekolah kedirgantaraan di Indonesia, maka pihaknya akan memperjuangkan SMK tersebut menjadi SMKN Penerbangan Regional Sumatera.
“Dengan banyaknya lulusan yang berhasil memasuki dunia kerja dan kuliah, maka ini menjadi bukti bahwa SMKN Penerbangan Aceh sangat layak menjadi contoh di Indonesia, bukan hanya di Pulau Sumatera,” katanya.
Abdul Fikri Faqih mengharapkan agar anggota Komisi X DPR RI yang berasal dari Aceh, seperti Illiza Sa’aduddin Jamal dan Dr Muhammad Kadafi,SH,MH dapat memperjuangkan cita-cita mulia tersebut.
Sebanyak 20 anggota DPR RI yang mengunjungi Aceh, yaitu Dr. H. Abdul Fikri Faqih, Puti Guntur Sukarno, Maria Lestari, Putra Nababan, Vanda Sarundjang, Djohar Arifin, Ali Zamroni, Martina, Muhammad Nur dan Eva Stevanny, Rian Firmansyah, Lathifah Shohib, Muhammad Kadhafi, Bramantyo Suwondo, Sukawijaya, Ledia Hanifa, Sakinah Aljufri, Desy Ratnasari, dan Illiza Sa’aduddin Djamal,
Para anggota dewan tersebut, selain mengunjungi SMKN Penerbangan juga meninjau Sekolah Luar Biasa yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) di Desa Santan Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri berharap setelah melihat kampus sekolah tersebut, Komisi X DPR RI dapat mengusulkan SMKN Penerbangan Aceh menjadi SMKN Penerbangan Regional Sumatera.
Rombongan dari komisi X itu tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar pada pukul 10.30 WIB dengan menggunakan maskapai Batik Air. Mereka disambut Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kamaruddin Andalah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA, dan Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin.
Dalam pertemuan dengan anggota Komisi X DPR RI itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA menyampaikan sejarah Aceh yang sangat erat kaitannya dengan kedirgantaraan. Hal itu terbukti dengan pembelian pesawat pertama Dacota yang menjadi cikal bakal lahirnya Maskapai Garuda Indonesia.
“Mudah-mudahan nantinya SMK Penerbangan Aceh menjadi sekolah maskapai terbaik di Indonesia. Kami memohon doa dan dukungan dari bapak/ibu Komisi X DPR RI agar harapan kami dapat terwujud dimasa yang akan datang,” ujarnya yang disambut tepuk tangan dari para tamu.
Kadisdik memaparkan bahwa areal pekarangan SMK Penerbangan Aceh ini memiliki luas 26 hektar, tapi sangat disayangkan masih kurangnya fasilitas yang mendukung pengembangan sekolah itu. Pada 2019 lalu, Pemerintah Aceh melalui Dana Alokasi Aceh (DAK) sudah membangun satu hanggar pesawat yang mampu menampung sebanyak tiga pesawat yang saat ini masih terparkir di Bandara SIM.
“Kami ingin menyampaikan bahwa hari ini kita melihat perjuangan yang panjang masyarakat Aceh untuk Indonesia. Kita mohon agar rencana kita mewujudkan SMKN Penerbangan Aceh menjadi SMKN Penerbangan Regional Sumatera dapat terealisasi dalam masa yang tidak terlalu lama lagi,” pintanya.
Selanjutnya Kadisdik Aceh menyerahkan dokumen perencanaan sebagai persyaratan menjadikan SMKN Penerbangan Aceh menjadi SMKN Penerbangan Regional Sumatera yang diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi X, Dr. H. Abdul Fikri Faqih.
Selanjutnya Kadisdik Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA beserta Kepsek SMKN Penerbangan Aceh, Bayhaqi mengajak anggota komisi X DPR RI untuk melihat kondisi ruangan guru dan lahan yang terhampar luas yang ada di samping dan belakang sekolah tersebut.
penulis : M Nasir Yusuf
l.




















