
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
BANDA ACEH | ACEH HERALD
MANTAN Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Anas M Adam MPd menilai pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan Aceh di Blang Bintang perlu penanganan serius, jika ingin putra putri Aceh piawai dalam dunia kedirgantaraan.
Hal itu dikemukakan Anas M Adam di sela-sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442H yang diselenggarakan Yayasan Pionir Nusantara dan PT Paramount Bed Aceh, Selasa (10/11/2020) di Geuceu, Banda Aceh. Hadir dalam bincang-bincang itu, antara Syahrul Badaruddin (mantan Kepala Inspektorat Aceh), Drs Rachmat Fitri HD, MPA (Kadis Pendidikan Aceh), dan Drs Amiruddin Husein MAG (Sekretaris Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh).
Selama ini, tambah Anas M Adam, diakui atau tidak sudah banyak alumni SMK Penerbangan Aceh yang berkiprah di berbagai maskapai penerbangan nasional di Tanah Air. Di samping itu, juga ada yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA mengakui pembangunan sekolah yang terletak di kawasan Blang Bintang itu sudah lumayan bagus. “Secara fisik gedung-gedungnya sudah bagus semua, hanya saja alat praktik belum lengkap, terutama pesawat latih yang belum ada,” katanya.
Rachmat Fitri mengakui pihaknya sangat mengharapkan SMK Penerbangan Aceh itu bisa menjadi SMK Penerbangan Regional Sumatera. “Kami sudah berbicara dengan Ketua Komisi X DPR-RI, mereka pada prinsipnya sangat mendukung,” kata mantan Wakil Bupati Aceh Barat itu.
Menyangkut pesawat latih, Syahrul Badaruddin, mantan kepala Inspektorat Aceh mengatakan sebenarnya Pemerintah Aceh perlu membeli satu unit pesawat latih. “Namun, sekarang kita tidak tahu siapa yang mengelolanya? Yang beli Pemerintah Aceh, mungkin PPTK-nya berada di Dinas Perhubungan Aceh, ya bisa saja pesawat itu dikelola oleh Dishub,” ujar Syahrul yang mantan Ketua KNPI Aceh dua periode itu.
Kalau memang Dinas Pendidikan Aceh membutuhkan, tambah Syahrul, jika untuk kepentingan pembelajaran bagi siswa SMK Penerbangan, Dinas Pendidikan Aceh bisa memohon kepada Gubernur Aceh. “Karena pesawat itu yang membeli Pemerintah Aceh,” ujarnya.(*)
PENULIS : M NASIR YUSUF


















