BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Mantan Pangdam IM, Mayjen TNI (Purn) TA Hafil hanya berucap singkat saat ditanya pendapatnya seputar perolehan polling Kandidat Cagub Aceh (Aceh 1), yang menunjukkan purnawirawan Jenderal bintang dua TNI itu menduduki posisi paling tinggi atau teratas. “Alhamdulilllah.” Hanya itu kata yang terucap, saat dihubungi oleh Acehherald.com, Minggu (08/10/2023) siang.
Seperti diketahui, polling kandidat calon Aceh 1 itu dibuat oleh salah satu portal berita online di Aceh, dialeksis.com, yang berlangsung September 2023 lalu. Polling yang dapat diikuti secara terbuka oleh para pembaca portal itu, akhirnya menempatkan Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin SH SIP MH (TA Hafil) di posisi pertama, dengan perolehan suara mencapai 229 orang atau 35 persen dari total pemberi suara sebanyak 635 orang.
Di posisi kedua ditempati oleh M Yusuf Wahab (Tu Sop) dengan jumlah suara 198 atau 30 persen. Setelah itu di posisi tiga muncul nama petinggi Partai Aceh, Muzakkir Manaf (Mualem) sebanyak 65 responden atau 10 persen, lalu diikuti oleh politisi PKS, M Nasir Jamil sebanyak 62 responden atau 9 persen. Sedangkan anggota DPD Sudirman yang sering disebut Haji Uma hanya 44 responden atau 7 persen. Dua nomor buncit diduduki oleh Nezar Patria (Wamen Kominfo) dan politisi Partai Demokrat, Teuku Reifky Harsya dengan jumlah persen hanya 5 dan 3 persen.
Ketika ditanya lebih jauh tentang prosentase yang menohok angka 35 persen itu, Hafil juga enggan berkomentar. “Harus saya akui, itu adalah fenomena, terserah dari mana orang melihatnya. Namun harus diingat, terlalu dini untuk membicarakan hal itu. Karena justru yang dekat adalah Pemilu Legislatif di Bulan Februari 2024. Tapi bagaimanapun saya berterimakasih dan menghargai atas kerelaan memberikan masukan dan pendapatnya,” kata Hafil yang juga tercatat sebagai salah satu calon anggota DPR RI 2024-2029 untuk Dapil 1.
Putra Meukek Aceh Selatan (ayah) dan Lembah Sabil Abdya (ibu) itu mengaku sedang fokus dengan target amanah dari kolega dan rekan sejawatnya untuk meraih kepercayaan rakyat menuju Senayan, melalui Partai Perindo. “Saya fokus di sini saja dulu, karena tekad saya adalah mempertaruhkan dan membawa marwah Aceh ke Senayan–jika memang diizinkan oleh rakyat Aceh–terutama berusaha berkontribusi untuk pemerataan pembangunan di Aceh ke depan,” tutur Hafil yang sejauh ini telah mendapat dukungan dari berbagai lini, untuk tampil di jalur calon legislatif.
Dukungan ini bukan hanya dari kalangan masyarakat melek politik, warga desa di jalur Barat Selatan juga telah menyuarakan dukungan secara terbuka untuk Mayjen Hafil. Bahkan warga Gampong Gelumbuk Kecamatan Kluet Selatan, Aceh Selatan. Dalam sebuah pertemuan informal berupa ramah tamah di sebuah rumah, warga Gelumbuk secara terbuka berharap banyak kepada mantan Pangdam IM itu untuk melakukan perubahan. “Kami tak berharap banyak Pak, tolong kami yang tak pernah menikmati jalan hitam (jalan aspal-red) di desa kami. Semoga Bapak bisa mewujudkan mimpi kami, saat Allah izinkan Bapak ke Senayan,” kata seorang warga.
Hafil yang memang humbel dan mudah cair dengan segenap lapisan itu, juga mendapatkan dukungan moral dari orang orang terdekatnya, terutama dari kaumnya di Abdya, Aceh Selatan serta Banda Aceh, kota yang ikut membesarkan dirinya. Pentas belum dibuka, ekspektasi sudah membubung untuk seorang TA Hafil. Baik itu untuk menuju kursi legislatif maupun menuju altar Aceh1. Apa kata Hafil?? “ALHAMDULILLAAH,” .





















