BANDA ACEH | ACEHHERALD.com – Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki terjun langsung ke sejumlah titik banjir yang melanda Aceh Tamiang dan telah menyebabkan hubungan darat antara Aceh Tamiang dengan Sumatera Utara terputus.
Banjir yang melanda Aceh Tamiang selama sepekan terakhir ini dilaporkan terparah. Banjir besar itu, telah menyebabkan genangan air di beberapa titik melebihi satu meter di atas badan jalan nasional.
Untuk mengtasi banjir makin parah, seusai meninjau titik banjir di Aceh Tamiang, Minggu (6/11/2022), Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menggelar rapat bersama sejumlah Kepala SKPA secara virtual, dari Meuligoe Bupati Aceh Tamiang.
Dalam rapat tersebut Pj Gubernur Acehmad Marzuki menyampaikan sejumlah arahan untuk penanganan darurat dampak banjir.
Di antara yang mengikuti rapat tersebut adalah Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh M Jafar, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Mawardi, Kepala Dinas Pengairan Ade Surya, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPBA, Juru Bicara Pemerintah Aceh dan Plh Kepala Biro Adpim.
Para Kepala SKPA tersebut secara bersama berkumpul mengikuti arahan Pj Gubernur dan menggelar rapat tindak lanjut di Kantor Gubernur Aceh.
Pj Gubernur mengatakan, berdasarkan peninjauan yang dilakukan pihaknya, saat ini banyak kebutuhan logistik masyarakat di pengungsian mulai menipis. Ia meminta Kepala Dinas terkait untuk segera mengirim kembali segala kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak banjir.
Di antara kebutuhan logistik yang mendesak itu, sebut Pj Gubernur, adalah mie instan, telur, sarden, minyak goreng, tenda, air bersih, matras, selimut, pembalut wanita, pampers, susu bayi, penampung air dan alat pembersih sekolah.
Selain kebutuhan logistik tersebut, Gubernur Achmad Marzuki juga meminta Kepala Dinas Pengairan untuk melakukan pengerukan atau normalisasi sejumlah kuala di Aceh Tamiang, guna meminimalisir dampak banjir, karena drainase yang lancar.
Lebih lanjut, Pj Gubernur juga meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas jalan yang terdampak banjir, untuk mengurai kemacetan. Ia meminta Dishub untuk menentukan titik kumpul truk-truk yang melintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Usai mendengar arahan dari Pj Gubernur Aceh, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, Dr M Jafar SH M.Hum, memimpin langsung rapat bersama para Kepala SKPA terkait untuk menginventarisasi tindak lanjut dari arahan Pj Gubernur Achmad Marzuki.
Aktifitas Masyarakat Macet
Akibat banjir yang berkepanjangan dengan curah hujan yang tinggi telah menyebabkan aktifitas sejumlah warga Aceh Tamiang dan masyarakat yang sedang melintas jalan Trans Sumatera yang menghubungkan antara Banda Aceh dengan Medan, Sumatera, terganggu.
Hubungan darat, antara Banda Aceh – Medan hingga kini dilaporkan belum pulih benar. “Hanya truk dalam ukuran besar dan sebagian bus antar kabupaten antar provinsi (AKAP) yang mulai berani mengarungi banjir Aceh Tamiang tersebut. Sedangkan bus tanggung seperti HiAce yang selama ini pulang pergi Banda Aceh-Medan belum berani melewati banjir tersebut,” ujar Irwan, seorang Seumadam kepada AcehHerald.com.
Penulis M Nasir Yusuf





















