
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
BANDA ACEH | ACEH HERALD
GUBERNUR Aceh Nova Iriansyah, secara resmi membuk pelatihan 1000 relawan Covid-19 dari wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, di Hotel Kryad Muraya, Selasa (08/12/2020) pagi. Acara itu difasilittas oleh Satgas Koordinator Relawan BNPB, serta dihadiri Liasson Officer BNPB untuk Aceh Mayjen (purn) TA Hafil.
Kegiatan pelatihan itu sendiri berlangsung hingga lima hari ke depan, dengan rincian setiap harinya dilatih 200 orang relawan, dalam dua tahap. Yaitu pahi 100 orang, serta siang 100 orang dengan masa pelatihan masing masing sekitar tiga jam. Selain itu, karena kondisi covid serta mematuhi protokol kesehatan, setiap ruang pelatihan hanya dibolehkan hingga 25 orang.
Sebelumnya, Nus, salah seorang pimpinan Tim Satgas Koordinator Relawan BNPB yang menjadi panitia pelaksana acara mengungkapkan, para relawan yang dilatih berasal dari berbagai lini latar belakang, mulai dari ibu ibu PKK, anggota pramuka, satgas Bankom, hingga anggota karang taruna atau taruna siaga bencana.
Secara keseluruhan, pelathan telah diawali sejak Minggu (06/12/2020) dengan pematangan tim teknis, serta Senin (07/12/2020) dengan penataran training of trainers (ToT). Mereka yang ikut ToT yang menjadi tenaga pelatih bagi 1000 relawan tersebut. .
Gubernur Nova saat membuka kegiatan itu mengatakan, pelatihan 1000 relawan COVID-19 yang dilaksanakan hari ini, menjadi bagian dari peringatan Hari Relawan Sedunia di Aceh.
Sebagaimana di ketahui, tiga hari lalu tepatnya pada 5 Desember 2020, seluruh dunia baru saja memperingati Hari Relawan atau Volunteer Day International. “Sejak ditetapkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 1985, Hari Relawan Sedunia selalu diperingati saban tahun dengan berbagai tema,” kata Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT.
Kata Nova, semangat berbuat tanpa pamrih, harus terus ditunjukkan, sebagai upaya kolektif semua jajaran melawan Covid-19 yang masih melanda negeri ini..
Betapa tidak, nyaris setahun terakhir, pandemi begitu berbahaya dan merongrong setiap sendi kehidupan masyarakat. COVID-19 telah memaksa sejumlah aktivitas di berbagai sektor lumpuh. Sekolah ditutup, kantor-kantor memberlakukan sistem shift, sebagian perusahaan tutup, ekonomi masyarakat terpuruk, dan sejumlah dampak lainnya muncul.
Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Aceh khususnya kata Nova, terus melahirkan berbagai kebijakan untuk melawan COVID-19 sejak kasus pertama ditemukan pada awal Maret 2020.
Secara terpisah LO BNPB di Aceh, Mayjen (Purn) TA Hafil SH SIP MH mengungkapkan, pelatihan relawan yang difasilitasi BNPB itu dilakukan pada tujuh daerah prioritas, yaitu DKI Jakarta, Jatim, Bali, Kalsel, Sumsel, Papua dan Aceh. Dengan target utama agar masyarakat mengtahui secara persis menyangkut kebijkan soal Covid-19, terutama upaya menghindarinya melalui 3 M yaiu menjaga jarak, memakai masker serta menjauhi kerumunan. “Selain itu kami juga mengingatkan agar Satgas Covid daerah untuk terus mensosialisasikan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19,” tutur Hafil yang mantan Pangdam IM itu.
Hafil juga mengingatkan Satgas Koordinator Relawan Covid BNPB untuk melakukan langkah monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap para relawan yang telah dilatih, hingga kegiatan tidak sebatas Latihan hari ini saja. “Dengan adanya langkah Monev,para relawan akan terpantau kegiatan mereka di lapangan, termasuk menyangkut efektifitas kerja dan kinerja mereka,” tutur Hafil.(*)
PENULIS : NURDINSYAM




















