Nipu Rp 9 T, Crazy Rich Wahyu Kenzo Terancam Penjara 20 Tahun

JAKARTA | ACEHHERALD – ‘Crazy Rich’ Surabaya Wahyu Kenzo menjadi tersangka kasus robot trading dan telah ditahan polisi. Wahyu sendiri adalah pemilik sekaligus founder Robot Trading ATG yang meraup keuntungan sebesar Rp 9 triliun dari 25 ribu korban. Imbas dari perbuatannya, Wahyu dikenakan pasal berlapis. Yakni, Pasal 115 Jo Pasal 65 Ayat (2) UU RI No. … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

JAKARTA | ACEHHERALD – ‘Crazy Rich’ Surabaya Wahyu Kenzo menjadi tersangka kasus robot trading dan telah ditahan polisi. Wahyu sendiri adalah pemilik sekaligus founder Robot Trading ATG yang meraup keuntungan sebesar Rp 9 triliun dari 25 ribu korban.

Imbas dari perbuatannya, Wahyu dikenakan pasal berlapis. Yakni, Pasal 115 Jo Pasal 65 Ayat (2) UU RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp12 miliar.

Selanjutnya, Pasal 106 Jo Pasal 24 Ayat (1) UU RI No. 7 Tahun 2014 dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Serta Pasal 45A Jo Pasal 28 Ayat 1 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Berikutnya, Pasal 378 KUHP Tentang penipuan, dengan pidana penjara selama-lamanya 4 tahun dan/atau Pasal 372 KUHP Tentang penggelapan dengan pidana hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun. Kemudian, Pasal 3 dan Pasal 4 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Pidana penjara paling lama 20 tahun atau denda Rp10 miliar.

Asal tahu saja, Wahyu Kenzo alias WSG ditangkap kepolisian atas dugaan penipuan dan pelanggaran ITE soal robot trading Auto Trade Gold (ATG). Wahyu sendiri adalah pemilik sekaligus founder Robot Trading ATG yang meraup keuntungan sebesar Rp 9 triliun dari puluhan ribu korban.

Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto mengungkapkan ada sebanyak 25 ribu korban robot trading yang tidak hanya berasal dari Indonesia tapi juga dari luar negeri. Sebelumnya, Wahyu Kenzo secara resmi telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Laporan ini menyebut ada 141 investor yang menjadi korban dengan kerugian lebih dari Rp 15 miliar.

Baca Juga:  Muncul Akun Fb dan WA Palsu Mengatasnamakan Pj Bupati Aceh Barat

Tawarkan Korban Investasi Via Robot Trading

Awalnya Wahyu Kenzo menggaet anggota Auto Trade Gold (ATG) dengan menawarkan keuntungan hingga Rp40 juta. ‘Crazy Rich’ Surabaya itu juga memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Saat itu situasi pandemi Covid-19, 2020-2021 di mana seluruh kegiatan aktivitas perekonomian ini terbatas dengan adanya pandemi,” kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (9/3/2023).

Pada saat ekonomi sedang melemah itu lah, Wahyu menawari para korbannya berinvestasi melalui robot trading yang berpotensi cuan dan hanya bermodal internet dan gawai seluler. Setoran modal investasinya pun relatif kecil, mulai dari Rp1 juta hingga Rp40 juta per orang.

“Dengan memberikan iming-iming paket yang akan didaftarkan memberikan keuntungan yang dijanjikan,” ucap Budi.

Awalnya, sistem robot trading ATG baik-baik saja, para member dapat mencairkan keuntungan. Masalah mulai muncul di tengah jalan, ketika penarikan keuntungan anggota tidak bisa dilakukan.

“Tapi ada beberapa yang sudah diberikan keuntungan, bisa menarik dengan kesepakatan yang sudah diberikan yaitu rata-rata US$2 ribu,” ujar Budi.

“Tapi dana yang ingin mereka [korban] tarik tidak bisa dicairkan sehingga sistemnya pending. Itu yang menjadi persoalan,” tambahnya.

Selain itu, Wahyu juga memiliki modus lain. Budi mengungkapkan Crazy Rich Surabaya itu mengemas bisnis trading sebagai investasi produk minuman nutrisi bermerek ‘Greenshake’ dan ‘Gluberry’.

“Produk-produk susu nutrisi inilah menjadi bahan investasi tetapi dengan fokus robot trading ATG. Kenapa menyita? Karena ini sebagai pintu awal masuk memanipulasi para investor dengan bisnis susu nutrisi. Setelah itu bonus robot trading ATG,” katanya.

Sumber: CNBC Indonesia

Berita Terkini

Haba Nanggroe