Muncul Akun Fb dan WA Palsu Mengatasnamakan Pj Bupati Aceh Barat

“Jika mendapat kiriman pesan WA mengatasnamakan saya, lebih baik di crosschek pada Bahagian Prokopim Setdakab Aceh Barat, agar tidak menjadi korban dari aksi yang tak bertanggungjawab ini,” tandas Mahdi.
Mahdi Efendi

Iklan Baris

Lensa Warga

 

MEULABOH I ACEHHERALD.com –  Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs Mahdi Efendi, digoyang oleh kemunculan platform digital melalui akun facebook (Fb) palsu. Sedikitnya ada lima akun yang mengatasnamakan Mahdi Efendi, lengkap dengan foto profile Mahdi dan keluarga. “Ini jelas penipuan, dan sangat merugikan saya serta keluarga, karena pemilik akun palsu itu mencoba mencari keuntungan finansial atas nama saya. Padahal saya tak tahu apa apa tentang keberadaan akun tersebut,” kata Mahdi kepada awak media, Sabtu (23/09/2023) kemarin.

Selain aplikasi Fb, si penipu juga menyasar aplikasi whattshap (WA) yang mengatasnamakan Mahdi Efendi yang juga lengkap dengan foto profile Mahdi Efendi, hanya saja nomornya bukan nomor milik Penjabat Bupati Aceh Barat itu.

Menurut Mahdi, operator akun palsu tersebut mulanya meminta berteman serta sapaan basa basi lainnya, termasuk mengirim pesan melalui WA ke nomor sasaran. Setelah baru baru meminta nomor rekening atau bahkan meminta sejumlah uang. “Hati hati terhadap permintaan nomor rekening oleh pihak tak dikenal atau bahkan dikenal sekalipun, karena itu berpotensi dengan pengurasan saldo secara digital,” tutur Mahdi.

Khusus tentang pesan melalui WA, Mahdi telah mendapat tangkapan layar dari kiriman beberapa pihak. Nomor yang tercantum jelas jelas bukan nomor hape milik Mahdi. “Jika mendapat kiriman pesan WA mengatasnamakan saya, lebih baik di crosschek pada Bahagian Prokopim Setdakab Aceh Barat, agar tidak menjadi korban dari aksi yang tak bertanggungjawab ini,” tandas Mahdi.

Penjabat Bupati Aceh Barat itu menambahkan, untuk diketahui dan juga sebagai upaya keamanan termasuk dari kemungkinan pembajakan akun, pihak nya telah menutup platform aplikasi akun seperti Fb, IG hingga tiktok. Karena itu sangat rentan tindakan manipulatif dari pihak manapun.

Baca Juga:  Rumoh Gizi Gampong Garda Terdepan Cegah Stunting 

Mahdi mengimbau semua kalangan untuk tidak terpancing atau percaya dengan keberadaan akun Fb yang mengatasnamakan dirinya, karena itu sudah pasti palsu.  Sebab berkemungkinan jika itu adalah upaya pemerasan atau penipuan. Termasuk provokasi dalam hal kebijakan birokrasi dari seorang penjabat kepala daerah. “Bisa jadi hingga langkah provokatif dan fitnah, seakan akan itu atasnama saya selaku Penjabat Bupati Aceh Barat. Padahal saya telah menutup aplikasi platforn digital secara personal, untuk mengantisipasi hal hal seperti itu,” tandas Mahdi.

Ketika ditanya apakah akan melaporkan tindakan penipuan tersebut ke pihak polisi, Mahdi dengan bijak mengatakan, langkah iru tetap terbuka. Namun untuk tahap awal ia akan berkoordinasi dengan jajaran Forkpimda, sebagai upaya jaga jaga. “Intinya kita mengimbau kepada para pelaku untuk menghentikan aksinya. Karena itu jelas jelas melanggar UU ITE yang konsekuensi hukumnya berat. Di sisi lain masyarakat jangan mudah percaya apalagi terprovokasi,” pungkas Mahdi.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe