PERBURUAN lapangan kerja yang dianggap terfavorit oleh sebagian besar pencari kerja di negeri ini, resmi dimulai. Ya…sejenak gong ditabuh, dalam bentuk pengumuman oleh Kemenpan RB, Senin 28 Oktober 2019 , lewat pengumuman nomor : B/1069/M.SM.01.00/2019. Pengumuman itu merincikan semua formasi untuk semua daerah serta tingkat pusat.
Tahun ini jumlah formasi total secara nasional sebanyak 197.117 posisi. Dari jumlah itu, sebanyak 159.257 formasi diistribusikan kepada pemerimtah propinsi, kabupaten/kota di negeri ini.
Khusus untuk Aceh, jumlah total formasi yang diterima adalah 3424 posisi, yang terbagi untuk tenaga propinsi serta 20 Kabupaten/kota di seluruh Aceh. Kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang sering tak menerima formasi CPNS, tahun ini juga menerima CPNS baru.
Tiga daerah di Aceh, yaitu Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues, tidak membuka formasi CPNS baru. Hal itu sesuai dengan pengumumn formasi CPNS yang dikeluarkan Kemenpan RB, Senin, 28/10/2019.
Sudah bukan rahasia lagi, jika melamar untuk jadi CPNS sama dengan melamar seorang gadis cantik. Semuanya dipertaruhkan, mulai dari bentuk finansial hingga menggadaikan harkat dan martabat sekalipun. Semua itu demi terwujudnya cita cita menjadi CPNS. Karena CPNS telanjur dicap sebagai gengsi dan prestise.
Fenomena prestise itulah yang akhirnya membuat orang menghalalkan semua cara untuk lulus jadi CPNS. Dan tumbuh suburlah kolusi serta nepotisme dalam setiap penerimaan CPNS. Tak kurang juga ada yang akhirnya gigit jari karena tertipu puluhan bahkan ratusan juta, atas iming iming kelululusan oleh mafia CPNS.
Ada darah yang tumpah atau setidaknya berujung ke pengadilan. Karena fenomena ‘KKN’ itu pula, suatu masa posisi CPNS itu menjadi dominasi kelompok tertentu, dan kaum akar rumput atau jelata hanya jadi penonton setia.
Kini sejenak pengumuman itu, masih saja ada orang orang atau calon peserta bersama kerabatnya berusaha ‘mencari kaki’ untuk mengupayakan lulus test. Namun siapapun Anda, lupakan lah upaya itu. Karena kini bukan lagi zaman kuda gigit besi.
Sudah sejak dua tahun terakhir, testing dilakukan secara digital. Semuanya harus punya kompetensi terutama menyangkut pengetahuan keilmuan dan profesi yang diincar. Jika tidak, silakan mundur karena Anda hanya akan jadi martir sia sia.
Seperti diinformasikan oleh pihak Kemenpan RB, proses pendaftaran saja dilakukan secara online melalui laman sscasn.bkn.go.id, seluruh tahap tes akan dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Tahap tes tersebut antara lain Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dimulai pada Februari 2020, dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Maret 2020.
Pengumuman itu secara langsung mengingatkan para calon pelamar untuk tidak terjerat dengan ulah para calo atau penipu yang sering menangguk di air keruh. Karena riilnya, tidak ada satupun pihak yang dapat membantu proses kelulusan.
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional XIII Aceh, H Makmur Ibrahim SH MH, mengingatkan semua calon pelamar, untuk mengikuti koridor ketentuan yang ada. Termasuk untuk tidak mempercayai janji janji pihak pihak yang menangguk di air keruh. “Semua berjalan secara ketentuan dan tak ada istilah urus mengurus kelulusan. Karena semuanya berjalan secara fair dan dilakukan secara online,” tegas Makmur.
Dengan penegasan itu, setiap pelamar bahkan beserta keluarganya untuk tidak bersusahpayah ‘mencari kaki’ demi kelulusan. Karena itu tradisi lama nan kelam yang seharusnya dikubur dalam dalam. Karenanya jangan bermimpi untuk mencari, memburu memo keramat. Karena itu bukan zamannya lagi. Jadi, lupakan tradisi ‘mencari kaki’.
Nurdinsyam
Pemimpin Redaksi




