Kematian Nek Lika Bukan Karena Pembunuhan, Namun Diduga Karena Ambeien Akut

BLANGPIDIE| ACEH HERALD KASUS kematian seorang nenek warga Gampong Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dengan usus terburai dalam kamar tidur rumahnya pada Selasa malam, sepertinya mulai mengarah ke motifnya. Hasil pemeriksaan awal dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Teungku Peukan terhadap jasad korban, Zalika alias Nek Lika (80 tahun), tidak ditemukan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Rumah Nek Lika yang telah dipasangi garis polisi. Foto Zainun YUsuf

BLANGPIDIE| ACEH HERALD

KASUS kematian seorang nenek warga Gampong Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dengan usus terburai dalam kamar tidur rumahnya pada Selasa malam, sepertinya mulai mengarah ke motifnya.

Hasil pemeriksaan awal dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Teungku Peukan terhadap jasad korban, Zalika alias Nek Lika (80 tahun), tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan. Dipastikan jika usus korban yang terburai keluar itu melalui anus.

Hasil pemeriksaan awal itu disampaikan Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rifki Muslim, dihubungi Aceh Herald.com, Rabu (25/6/2022) sore, tadi. “Hasil pemeriksaan awal di rumah sakit tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan usus korban keluar dari anus,” kata Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim.

Adapun visum dokter RSU Teuku Peukan diakui belum keluar. “Sambil menunggu hasil visum dokter, kita tetap melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, disamping melakukan olah TKP.

Terkait pengungkapan kasus menghebohkan tersebut, aparat kepolisian telah memasang garis polisi (police line) pada rumah Zalika alias Nek Lika.

Rumah sederhana itu berlokasi di Desa Ladang Neubok atau sekitar lintasan alternatif dari Kota Blangpidie-Cot Manee, Kecamatan Jeumpa.

Keuchik Gampong Ladang Neubok, M Said secara terpisah juga menjelaskan hampir senada.

Dijelaskan, ketika jenazah dimandikan, anak-anak almarhumah sempat melakukan secara seksama. “Pada jenazah tidak ditemukan luka-luka,” kata Keuchik M Said, mengutip keterangan anak almarhumah.

Hasil pemeriksaan awal di rumah sakit dan hasil pemeriksaan anak-anak almarhumah sendiri sedikitnya, paling tidak untuk sementara menepis dugaan sementara pihak kalau Nek Lika meninggal karena tindak kekerasan atau tindak pembunuhan.

Keuchik Ladang Neubok itu menjelsskan, jenazah Nek Lika setelah menjalani pemeriksaan dokter RSU Teungku Peukan, Senin malam, dibawa pulang ke rumah salah seorang anaknya, Tgk Dun, masih lokasi desa yang sama.

Baca Juga:  Menyambung Nasab ke Tanah Leluhur

Rumah Tgk Dun hingga Rabu sore, tadi ramai dikunjungi warga menyampaikan duka sangat mendalam atas kepergian untuk selama-lamanya.

Warga merasa sangat kehilangan, selain ramah, Nek Lika oleh sebagian warga sering diminta bantuan karena beliau juga sebagai bidan kampung atau Mablien atau sering disebut Mak Bidan.

Jasad Nek Lika dikebumikan di pemakaman umum setempat, Rabu siang, setelah dishalatkan di Masjid Jamik Ladang Neubok.

Prosesi pemakaman Nek Lika yang sehari-hari berkelakuan baik dan akrab dengan warga sekitar, berlangsung dalam suasana haru mendalam.

Terutama terlihat dari rawut wajah dua orang anak laki-laki dewasa yang ditinggalkan, menantu dan para cucu.

Ambien Diduga Menjadi Penyebab

Sementara kematian Nek Lika yang begitu tragis tetap menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan masyarakat hingga Rabu sore, tadi.

Menjadi topik perbicaraan karena korban ditemukan meninggal dalam kedaan tidak lazim. Usus terburai keluar, malah sebagian usus yang keluar dalam kondisi terputus.

Warga dibuat penasaran karena pada jasad korban tidak ditemukan luka-luka atau tanda-tanda kekerasan, sehingga menimbulkan spekulasi penyebab kematiannya.

Kabar yang beredar di kalangan warga bahwa Nek Lika menderita penyakit ambien (wasir) atau dubur keluar.

Sebagian warga menduga ketika penyakit tersebut kumat, Nek Lika menarik-narik sampai-sampai sebagian usus terburai keluar disertai pendarahan. Bisa jadi karena sang nenek ahli dalam persalinan, hingga ia memiliki nyali dan kekuatan untuk melakukan hal tak lazim itu, karena ujung pelepasan yang keluar dari anus.

Sementara beliau hanya sendiri di rumah sehingga tidak ada pertolongan. Sementara cucu Nek Lika, yaitu Fajri (35) bersama istri yang selama ini tinggal bersama di rumah tersebut sudah berangkat untuk bekerja di kawasan Babahrot.

Baca Juga:  Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki Mengucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, 22 Juli 2022

Menurut keterangan Fajri dan istri sudah dua hari tidak pulang karena sibuk bekerja, dan pulang sekaligus menjenguk nenek pada Selasa malam.

Sebuah sumber yang berprofesi di bidang medis menjelaskan, kemungkinan Nek Lika menarik sendiri usus yang keluar dari anus bisa saja terjadi.

Karena mungkin dilakukan tanpa sadar saat penyakit itu kambuh. Lagi pula, usus yang ditarik keluar memang tidak begitu sakit.

Namun, sumber dari kalangan medis tersebut juga mengaku heran, kenapa usus yang keluar dalam kondisi terputus. “Usus manusia itu sangat kokoh, butuh tenaga lumayan kuat untuk menarik sampai putus,” kata sumber itu.

Perihal Nek Lika menderita ambien ketika dikonfirmasi kepada Keuchik Ladang Neubok, M Said mengatu tidak mengetahuinya. “Saya tak tahu kalau beliau menderita ambien. Keluarganya tak pernah jelaskan hal itu,” kata keuchik yang baru dilantik 25 Mei lalu.

Keuchik M Said pun tidak mau berspekulasi tentang penyebab kematian korban. “Kita serahkan saja kepada polisi yang sedang bekerja melakukan penyelidikan,” katanya.

Seperti diberitakan Aceh Herald.com, masyarakat Gampong Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Abdya, gempar.

Setelah seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia tergeletak dengan kondisi cukup mengenaskan dalam rumahnya, Selasa (14/6/2022) malam.

Korban bernama Zalika (80 tahun) itu, ditemukan pertama kali oleh cucunya yang baru pulang kerja sekira pukul 19.45 Wib, malam atau bakda magrib.

Camat Jeumpa, H Teuku Nasrul SKM dihubungi Aceh Herald.com, membenarkan peristiwa tersebut.

 

Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)

Berita Terkini

Haba Nanggroe