Ismail Rasyid, Kadin Aceh, dan Edukasi Pengusaha UMKM

BANDA ACEH | ACEH HERALD.com- MATAHARI masih terasa menyengat. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 17.35 WIB saat kami tiba di kawasan perkantoran Trans Continent seluas 16 hektar, kantor Cabangnya di kawasan Gampong Beurandeh Kecamatan Mesjid Raya, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar. Hari itu, Kamis April 2022, AcehHerald.com mendapat informasi seorang pengusaha Aceh yang selama ini … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

President Director Trans Continent, Ismail Rasyid ketika menyerahkan formulir calon ketua Kadin Aceh. Foto ist

BANDA ACEH | ACEH HERALD.com-

MATAHARI masih terasa menyengat. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 17.35 WIB saat kami tiba di kawasan perkantoran Trans Continent seluas 16 hektar, kantor Cabangnya di kawasan Gampong Beurandeh Kecamatan Mesjid Raya, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Hari itu, Kamis April 2022, AcehHerald.com mendapat informasi seorang pengusaha Aceh yang selama ini malang melintang dan mengembangkan bisnisnya di tingkat nasional dan internasional siap menerima dan bincang-bincang tentang pembinaan pengusaha, terutama mereka yang bergerak dalam bisnis UMKM (usaha menengah, kecil, dan mikro).

Dialah Ismail Rasyid, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) yang kini menjabat sebagai President Director PT Trans Continent. Pengusaha yang kini sukses bermain di bisnis transportasi tersebut berbicara banyak tentang peluang usaha di berbagai bidang di Tanah Rencong.

Dan kini, pengusaha kelahiran Lhokseumawe tahun 1968 itu yang menyatakan siap maju untuk menjadi ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh mengaku, jika diberi kepercayaan, pihaknya ke depan akan secara intent mengedukasi para pelaku UKM dalam pengelolaan usaha, terutama manajemen keuangan.

Hal itu bisa dilakukan Bidang Perbankan dan Finansial, melalui program klinik bisnis UKM daerah. Jadi tidak hanya sekedar memberikan pinjaman modal kerja seperti yang terjadi selama ini, tetapi hal itu perlu dibarengi dengan pelatihan-pelatihan.

“Sehingga jika sebelumnya tidak bankable, semoga nantinya bisa jadi bankable dengan sistem keuangan yang lebih baik. Misalnya dengan membuat neraca atau laporan keuangan,” kata alumni Unsyiah tersebut, Selasa, 24 Mei 2022.

Selain itu, Kadin Aceh bisa menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dalam memberikan pelatihan kepada kaum perempuan Aceh yang kini banyak bergerak di berbagai bidang dan jenis usaha.

Baca Juga:  Tim Hukum AHY: Pelaku KLB Ilegal Deli Serdang Kembali Kalah di Pengadilan

Sebab, kata Ismail Rasyid, UMKM merupakan ujung tombak dalam perbaikan perekonomian daerah, karena sebagian besar pelaku usaha tersebut adalah kaum perempuan.

“Untuk itu pelatihan yang dilakukan harus dengan pendampingan dan pemberian modal agar pelatihan bisa berkelanjutan. Lalu, apakah selama ini kegiatan semacam ini pernah dilakukan, saya tidak tau,” katanya.

Ismail Rasyid pun berpendapat bahwa kegiatan pelatihan UMKM perlu diselenggarakan Kadin bersama dengan komunitas Iwapi dan dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Karena itu, ujarnya, sudah sepatutnya semua pihak mendukung program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan industri kecil menengah ini agar tanggap dan mandiri secara finansial.

Pemilik beragam perusahaan ini mengatakan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menumbuhkan industri kecil dan menengah, terutama yang melibatkan kaum perempuan, maka akan semakin baik untuk menumbuhkan perekonomian daerah.

“Dengan demikian kaum perempuan pun akan  mendapatkan penghasilan melalui industri rumahan, namun tetap bertanggung jawab terhadap keluarga,” kata Ismail, dalam satu diskusi sesaat tiba dari Dubai, Uni Emirat Arab.

Pada kesempatan, Ismail Rasyid, baru saja mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Ketua Kadin Aceh. Lelaki kekar dan berusia 54 tahun dalam kesempatan itu didampingi oleh Azhari (corporate public relation) dan Zulliwal (Corporate Manajer Area Aceh).

Kepada AcehHerald.com, Ismail Rasyid menyatakan bahwa pihaknya bersedia mencari founding yang sudi memberikan bantuan permodalan bagi usaha mikro sehingga dampak dari pelatihan yang dilakukan dapat terasa bagi masyarakat luas.

Menurut survei LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) terhadap UMKM termasuk di Aceh menunjukkan bahwa 94 persen usaha mengalami penurunan penjualan, bahkan lebih dari 40 persen UMKM dari berbagai kelas usaha mengalami penurunan penjualan lebih dari 75 persen.

Baca Juga:  Falevi dan Tiyong Laporkan Asiah dan Miswar Fuady ke Polda Aceh

Karena itu, selaku putra daerah dia pun mengajak pengusaha dan semua elemen masyarakat di Aceh untuk bangkit membangun daerah ini, dengan berbagai cara, edukasi, permodalan, dan promosi.

Penulis M Nasir Yusuf

Berita Terkini

Haba Nanggroe