Fenomena Alhudri dalam Kontestasi Pilkada Negeri di Atas Awan

"Saya pastikan itu hanya isu yang beredar di tengah masyarakat, sebab sampai sejauh ini, kami para pengurus DPD Partai Nasdem belum ada mendapat perintah, petunjuk dan arahan dari DPP untuk mendukung salah satu bakal calon," ujar Konadi.

Iklan Baris

Lensa Warga

JELANG Pilkada, suhu politik di Aceh kian menghangat, berbagai spekulasi dari para pendukung dan simpatisan mulai bermunculan, entah itu suatu fakta atau hanya spekulasi pihak tertentu untuk menggoyahkan kekuatan calon-calon yang ada.

Khusus Aceh Tengah, tidak jauh berbeda dengan Kabupaten/Kota lainnya, memasuki tahapan masa pendaftaran bakal calon bupati/walikota kali ini, berbagai spekulasi terkait bakal calon yang akan maju semakin menarik untuk menjadi buah bibir para pengamat politik di warung-warung kopi dan cafe-cafe yang ada.

Setelah sebelumnya santer isu beberapa pasangan bakal calon yang telah mendeklarasikan diri untuk maju ke kancah pertarungan memperebutkan BL 1 G dan BL 2 G sebagai pemegang tampuk pimpinan di kabupaten yang berjuluk Negeri Di atas Awan ini.

Sebut saja ada pasangan bakal calon Haili Yoga dan Mukhsin Hasan yang didukung oleh Partai Golkar, kemudian ada pasangan Alaidin Abu Abas dan Syamsudin yang didukung oleh Partai Demokrat dan PDIP, selanjutnya ada pasangan Bardan Sahidi dan Kharimansyah yang didukung oleh Partai PKS dan terakhir ada pasangan Shabela Abubakar dan Eka Saputra yang didukung oleh Partai Gerindra, serta sempat juga ada pasangan yang Irmansyah yang maju lewat jalur independent  namun belakang dikabarkan tidak dinyatakan lolos oleh KIP Aceh Tengah, karena terkendala saat proses verifikasi berkas, atau jumlah dukungan kurang.

Terlepas dari pada itu, belakangan muncul isu yang sangat santer, bahkan menjadi buah trending topik pembicaraan para pengamat politik di kabupaten yang kaya akan destinasi wisata tersebut.

Isu yang booming dan menjadi buah bibir tersebut adalah, majunya Alhudri yang kini menjabat sebagai Pj Bupati Gayo Lues untuk membuka poros baru dalam kancah pertarungan Pilkada Aceh Tengah, terlepas dari bakal calon yang telah disampaikan.

Terkait majunya Alhudri ini memang bukan isapan jempol atau hanya cerita hoak di warung kopi atau cafe-cafe semata, sebab masyarakat pernah dihebohkan dengan berita tentang adanya puluhan tokoh masyarakat dan para politisi yang berangkat ke Gayo Lues guna meminta Alhudri untuk pulang kampung, maju mencalonkan diri sebagai calon Bupati Aceh Tengah priode 2024-2029 ini.

Baca Juga:  Mahasiswa Unimal Observasi ke Desa Pusong Baru

Diantara tokoh partai yang ikut serta mendampingi tokoh masyarakat yang menyambangi Alhudri di Blang Kejeren adalah, Ketua DPC PDIP Arwin Mega dan Anggota Partai Nasdem Hamdan Guru Gama.

Pasca sepulang dari Gayo Lues yang diberitakan justru mereka semua meminta kesediaan Alhudri untuk maju di Pilkada Aceh Tengah, keesokan harinya, Arwin Mega mendeklarasikan dukungan Partai yang ia komandoi tersebut kepada pasangan calon Alaidin Abu Abas yang menggandeng Syamsudin, politisi Partai PDIP.

Teka-teki politik pun semakin ruwet untuk diprediksi, gonjang-ganjing isu semakin sisu-sisu. Mimik raut masyarakat menyikapi isu ini semakin bervariasi, ada yang tegang ketakutan karena masuknya Alhudri dalam bursa kompotisi perebutan kursi bupati di Aceh Tengah ini, ada pula yang sedih karena komposisi dukungan untuk Alhudri dianggap hanya sebagai ilusi yang tak pasti.

Pun demikian belakangan isu-isu tentang kepastian Alhudri maju untk ikut bursa Pilkada Aceh Tengah tetap dimainkan oleh segelintir orang, entah itu suatu suport atau dukungan murni, wujud pengharapan karena ada kepentingan, atau mungkin itu suatu spekulasi untuk mensport jantung para petarung yang sudah masuk nominasi.

Teranyar, beredar kabar bahwa Alhudri yang merupakan putra daerah Aceh Tengah asli ini dipastikan maju untuk menjadi Bacalon Bupati daerah tersebut dan siap berlaga melawan kandidat lainnya, dengan didukung oleh partai besutan Surya Paloh, yaitu Partai Nasdem.

Berbagai upaya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk memframing seolah-olah partai yang bertajuk Restorasi Perubahan tersebut memang sudah klop mendukung Alhudri yang juga mantan Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh ini, untuk maju menjadi calon bupati.

Terkait hal isu yang beredar tersebut,  Acehherald.com mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Ketua DPD Nasdem Aceh Tengah, Win Konadi.

Baca Juga:  OJK Aceh Sosialisasi Investasi dan Tindak Pidana Jasa Keuangan

Kepada Acehherald.com, Win Konadi dengan tegas menyatakan bahwa itu hanya sebatas isu di kalangan masyarakat, sebab menurut Konadi, pihaknya belum mendapat arahan dari pihak DPP Partai terkait mendukung salah satu calon yang akan maju sebagai calon Bupati Aceh Tengah. “Saya pastikan itu hanya isu yang beredar ditengah masyarakat, sebab sampai sejauh ini, kami para pengurus DPD Partai Nasdem belum ada mendapat perintah, petunjuk dan arahan dari DPP untuk mendukung salah satu calon,” ujar Konadi yang dihubungi via telpon selulernya, Sabtu, (13/07/04).

Ditanya terkait adanya salah satu Anggota Partai Nasdem yang ikut dalam rombongan tokoh masyarakat untuk menjemput Alhudri ke Gayo Lues, Konadi mengatakan bahwa itu adalah hak pribadi seseorang, namun secara partai belum ada keputusan yang pasti. “Terkait adanya anggota Nasdem Aceh Tengah yang ikut bersama rombongan tokoh masyarakat ke Gayo Lues beberapa waktu yang lalu, itu hak pribadi seseorang, kita tidak bisa menyalahkan hal tersebut, namun secara partai, belum ada keputusan,” ujar Konadi yang partainya berhasil meraih 5 kursi untuk DPRK priode ini.

Konadi tidak menampik bahwa selama ini memang sudah ada beberapa orang yang merapat untuk meminta dukungan kepada pihaknya, namun ia mengatakan bahwa keputusan akhir tetap ada pada keputusan dari DPP Nasdem di Jakarta. “Sudah banyak yang merapat ke Nasdem untuk minta dukungan, tapi belum ada yang pasti, karena kan keputusan semua itu tetap di DPP,” tutup Konadi yang mengaku sedang berada di Medan karena ada urusan keluarganya.

Sosok Alhudri memang menjadi daya tarik tersendiri dalam lingkaran birokrasi di Aceh. Dia seakan punya magnitude dengan berbagai isu, seperti insiden pemukulan di sebuah warung kopi di Takengon, serta isu lainnya. Belakangan tersiar kabar, Alhudri juga ‘dipangkas’ di Gayo Lues. Sekali lagi ini hanya kabar.

 

(*) Wartawan Acehherald.com di Takengon

Kata Kunci (Tags):
win konadi, partai nasdem, pilkada aceh tengah, alhudri

Berita Terkini

Haba Nanggroe