Kamis, April 15, 2021

OJK Aceh Sosialisasi Investasi dan Tindak Pidana Jasa Keuangan

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Yusri melakukan sosialisasi investasi bodong di Aceh dengan menghadirkan Tongam L. Tobing (Kepala Departemen, Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) OJK  dan juga Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi), Irjen Pol Suharyono (Penyidik Utama, Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) Otoritas Jasa Keuangan), dan Hendra Jaya Sukmana (Direktur Kebijakan Penyidikan, Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan). FOTO ACEHHERALD.COM/M NASIR YUSUF

BANDA ACEH – ACEH HERALD-

Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) Aceh melakukan sosialisasi tentang investasi bodong dan tindak pidana sektor jasa keuangan dengan sejumlah wartawan di Banda Aceh.

Kepala OJK Aceh, Yusri mengatakan sosialisasi tersebut dengan menghadirkan pejabat OJK pusat menyikapi maraknya investasi bodong di Indonesia, termasuk di Tanah Rencong.

Sebelum bertemu wartawan, Satgas Waspada Investasi serta Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan juga dilaksanakan di Anjong Mon Mata, Kamis, 8 April 2021 yang dibuka Sekda Aceh, Taqwallah.

 

Rakor sekaligus sosialisasi keberadaan satgas waspada investasi serta tindak pidana sektor jasa keuangan itu turut menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan, Tongam L. Tobing, serta Penyidik Utama Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan, Suharyono.

Taqwallah saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan keprihatinannya akan aktivitas investasi ilegal yang menyasar korban dari berbagai kelas dan kalangan.

“Praktik investasi bodong ini tidak bisa kita abaikan. Perlu upaya serius dari aparat terkait untuk mencegah berkembangnya praktik ilegal seperti ini. Jika tidak, maka dipastikan akan banyak masyarakat kita yang menjadi korban,” ungkap Sekda Taqwallah.

Taqwallah berharap, rakor sekaligus sosialisasi keberadaan satgas waspada investasi serta tindak pidana sektor jasa keuangan itu dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat agar lebih teliti mengenali investasi ilegal.

Kepala OJK Aceh, Yusri mengatakan investasi ilegal selalu tumbuh dengan berbagai modus, lantaran masih banyaknya masyarakat yang kurang peduli dan tidak berhati-hati.

Selain itu, tambahnya, masyarakat juga masih mudah tergiur dengan keuntungan besar yang ditawarkan. Salah satu contoh, ungkap Yusri, adalah kasus Yalsa Boutique. Sebuah investasi bodong di Aceh yang nilainya disebut mencapai Rp 164 miliar.

“Setelah kejadian seperti ini korbannya baru sadar dan tidak tau harus berbuat apa agar uang mereka bisa kembali,” ujar Yusri.

Dalam pertemuan dengan wartawan di Kantor OJK Aceh, Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan, Tongam L. Tobing, berbagai hal tentang tidak rasionalnya masyarakat dalam berinvestasi di berbagai perusahaan ilegal. “Mereka lebih tergiur untuk mendapat keuntungan yang besar tanpa memperhatikan, kemungkinan mereka akan tertipu,” katanya.

Karena itu, Tongam mengharapkan masyarakat Aceh harus kritis dalam beriinvestasi, jangan hanya terpengaruh modal kecil dengan keuntungan yang besar. “Masa ada tawaran investasi dengan nilai Rp 10 juta, tapi mereka bisa mendapatkan fortuner,” katanya.

Sedangkan Penyidik Utama Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK, Suharyono mengatakan para calon nasabah harus mampu memproteksi diri dalam penawaran-penawaran bisnis yang tidak masuk akal.

“Masyarakat jangan menyalahkan OJK, kalau sudah terjebak. Apalagi ada orang yang berinvestasi dengan berutang pada pihak ketiga, dan kemudian tertipu di investasi bodong,” katanya.

M Nasir Yusuf

- Advertisement -

Related Articles

Pagi Ini, Tores Bertolak Menuju Solo

BANDA ACEH I ACEH HERALD ASSALAMU’ALAIKUM Cek, meah Cek Zah, hana meutume kumpul, sebab singoh berangkat, karna ka di kirim tiket, meah cek, baru kabarin,...

Zona Oranye Meluas, Tren Kasus Covid-19 Meningkat

BANDA ACEH | ACEH HERALD— Pandemi Covid-19 di Aceh masih mengalami pasang surut. Meski dipastikan belum tidak ada zona merah, namun zona oranye kian meluas....

Kapolres Jemput “Kue Surga” di Kediaman Balita Penyandang Bibir Sumbing

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD- Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH menjemput "Kue Surga" di kediaman Aulia Furqan, balita penderita bibir sumbing di Desa Dakuta,...
- Advertisement -

Ikuti Kami

21,723FansSuka
0PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

Pagi Ini, Tores Bertolak Menuju Solo

BANDA ACEH I ACEH HERALD ASSALAMU’ALAIKUM Cek, meah Cek Zah, hana meutume kumpul, sebab singoh berangkat, karna ka di kirim tiket, meah cek, baru kabarin,...

Zona Oranye Meluas, Tren Kasus Covid-19 Meningkat

BANDA ACEH | ACEH HERALD— Pandemi Covid-19 di Aceh masih mengalami pasang surut. Meski dipastikan belum tidak ada zona merah, namun zona oranye kian meluas....

Kapolres Jemput “Kue Surga” di Kediaman Balita Penyandang Bibir Sumbing

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD- Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH menjemput "Kue Surga" di kediaman Aulia Furqan, balita penderita bibir sumbing di Desa Dakuta,...

9 Keuchik di Tapaktuan Dilantik, Ini Harapan Camat.

TAPAKTUAN | ACEH HERALD- Camat Tapaktuan, Halim Bahri SE atas nama Bupati Aceh Selatan melantik keuchik untuk sembilan gampong dalam Kecamatan Tapaktuan, periode 2021 –...

Harga Membaik, Laba Bersih Astra Agro Tohok Angka Rp 833 M

JAKARTA I ACEH HERALD DI TENGAH deraan pandemi global covid 19 yang membuat pertumbuhan ekonomi dunia terpuruk, manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk masih saja...
- Advertisement -