Empat Santri Korban Banjir Bandang Brayeun Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Besok

KOTA JANTHO I ACEHHERALD – Keberadaan dan kepastian nasib empat orang santri Dayah Raudhatul Quran Al Aziziyah, Gampong Lamsiteh Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar yang tergulung banjir bandang yang menerjang Krueng Brayeun atau tepatnya Bendung Brayeun Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Leupueng, Aceh Besar, sejauh ini belum ditemukan. Kalak BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi … Read more

Kalak BPBD Ridwan Jamil memimpin brifing anggota saat penutupan sementara pencarian.

Iklan Baris

Lensa Warga

KOTA JANTHO I ACEHHERALD – Keberadaan dan kepastian nasib empat orang santri Dayah Raudhatul Quran Al Aziziyah, Gampong Lamsiteh Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar yang tergulung banjir bandang yang menerjang Krueng Brayeun atau tepatnya Bendung Brayeun Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Leupueng, Aceh Besar, sejauh ini belum ditemukan.

Kalak BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi yang dihubungi acehherald.com di lokasi kejadian atau di bendung Brayeun Leupueng, Kamis (25/08/2022), sekitar pukul 23.00 WIB jelang tengah malam, mengatakan, tim pencarian gabungan, menghentikan sementara pencarian korban banjir bandang Krueng Brayeun. Karena kondisi yang gelap serta masih adanya hujan intensitas rendah di kawasan pencarian. “Kami akan lanjutkan pencarian besok pagi, dengan melibatkan unsur yang sama. Kita doakan agar kepastian nasib para santri yang hilang itu bisa didapat secepatnya,” tutur Ridwan Jamil yang akrab disapa RJ itu.

Malam ini pihak BPBD Aceh Besar juga telah memasang light tower yang diarahkan ke bawah jembatan Lamseunia. “Langkah ini kita tempuh, karena kawasan itu termasuk jalur hanyut para korban. Untuk itu kita tlah tugaskan personil secara bergilir memantau situasi di bawah jembatan,” kata RJ.

Lokasi kejadian diguyur hujan,air sungai keruh dan deras nya arus membuat petugas kesulitan dalam melakukan upaya pencarian.

Seiring menjalang malam  dan lokasi yang gelap sekitar 18.30wib. Petugas menghentikan upaya pencarian dengan menggunakan rubber boat selanjutnya nya hingga pukul 21.00wib petugas masih berada di lokasi kejadian dengan cara menggunakan senter melakukan pemantauan di pinggir sungai.

Seperti diberitakan sebelumnya, lokasi pemandian bendungan Brayeun di Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Leupueng Aceh Besar, Kamis (25/08/2022) sekira pukul 14.50 WIB, diterjang banjir bandang. Saat itu, serombongan santri dari Dayah Raudhatul Quran Al aziziah Gampong Lamsiteh Darul Imarah Aceh Besar, yang sedang mandi di lokasi bendungan Brayeun, langsung terseret arus kuat banjir bandang. Satu orang santri , atas nama Saiful Amani (23) dari Kuta Fajar, Aceh Selatan berhasil diselamatkan.

Baca Juga:  Aminullah Berterimakasih Atas Militansi Kader PAN Kota Banda Aceh
Penerangan di bawah jembatan Lamseunia. FotoBPBD Abes.

Sampai berita ini diturunkan, sebanyak empat santri masih dalam status dicari, alias belum ditemukan. Tim pencarian gabungan yang terdiri atas personil BPBD Aceh Besar, unsur TNI dan Polri serta tim SAR dan masyarakat, masih menyisir sepanjang jalur DAS yang berakhir di Kuala Leupueng.

Kalak BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil SSos MSi didampingi Ka Pusdalops Iqbal, mengakui terjadinya musibah kecelakaan sungai itu. “Iya personil kami telah turun ke lapangan bergabung dengan tim pencari gabungan di sana. Barusan juga dilaporkan bahwa satu orang telah ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Ridwan Jamil.

Ikbal merinci identitas ke empat korban yang masih dicari. Mereka adalah, Fakhrulrazi (20) santri asal Malaysia. Darazatul Aulia (17) dari Desa Rumoh Panjang Kuala batee Abdya. M. Reza Asri (18) dari Punge Banda Aceh dan Ahmadal Hadi (17) asal Gampong Lam Hasan Peukan Bada Aceh Besar.

Lebih jauh dirincikan, rombongan Santri beserta pimpinan Dayah An. Tgk. Salman melakukan liburan ke tempat wisata tersebut. Sekitar pukul 14.00 WIB sebahagian Santri mandi di pemandian Krueng Brayeun. Tak lama kemudian hujan dengan intensitas tinggi pun mengguyur wilayah tersebut. Dalam waktu seketika terjadi luapan air sungai, setelah air deras mengglontor dari hulu hingga menyeret sebahagian santri yang sedang mandi yang gagal keluar ke tepian.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe