JUMAT (21/11/2025) malam, GOR indoor Indonesia Arena yang dipadati 15.729 penonton—sekaligus memecahkan rekor—menjadi saksi dari final basket pelajar yang bertajuk Development Basket League (DBL). Mempertemukan musuh bebuyutan SMA 70 atau SMA Bulungan dengan Jubilee Jakarta di final putri. Secara luar biasa, siswi SMA Jubilee sukses mematahkan mimpi SMA 70 untuk menorehkan rekor menjadi kampiun lima kali secara beruntun, dengan skor 36-32.
Laga yang sangat ditunggu adalah laga final putra yang mempertemukan SMA Jubilee dengan Bukit Sion Jakarta. Sama dengan nomor final putri, siswa SMA Jubilee juga punya mimpi untuk menghentikan kedigdayaan pasukan SMA Bukit Sion yang ingin memperpanjang gelar, dengan status juara bertahan.
Malam itu juga terasa special, karena diantara 15.729 orang penonton tersebut, terdapat Muzakir Manaf dan Komalasari. Ya…Mualem dengan sang istri mengawal buah hati mereka, Paniro Azmil Manaf (15), salah seorang starting line up SMA Jubilee putra di malam itu. Dari siluet dan cara melangkah Paniro yang berkulit putih bersih itu, langsung mengingatkan kita dengan sosok Mualem sang ayah.
Paniro dengan tinggi badan 189 cm dan berat 95 Kg, terlihat jelas di antara rekan nya satu tim. Ia merupakan pebasket muda yang bersinar di ajang kompetisi basket antar pelajar di Jakarta itu. Ya….Paniro adalah the rising star.
Dengan tinggi badan 189 cm, dan berat badan 95 kg, Paniro Azmil Manaf, putra pasangan H. Muzakir Manaf dan Komalasari, menjadi pusat perhatian. Ia mengambil posisi secara bergantian, point guard dan shooting guard. Sesekali ia merangsek ke depan basket untuk menyambar bola rebound.
Paniro yang terhitung muda menjadi andalan, dengan postur menyerupai pemain manca negara. Namun akhirnya SMA Jubilee tak seberuntung teman putri mereka, dan harus memupus mimpi untuk menghentikan hasrat juara bertahan SMA Bukit Sion. Paniro dkk dipaksa menyerah dengan skor 52-60. Paniro bangga, di bench ia melihat sang ayah dan bundanya memberikan support untuk penampilan perdananya di ajang final DBL. Toh masih ada kesempatan lain di musim mendatang, dalam ajang Basket Pelajar yang diinisiasi oleh Asrul Ananda itu.
Mengutip Komparative.com, Paniro yang lahir tanggal 10 Mei tahun 2010 itu adalah juga alumnus SMP Jubilee Jakarta, telah mengenal olahraga basket sejak usia SD. Dengan postur tubuh, bakat, dan paras wajahnya, Paniro menjelma menjadi sosok pebasket remaja yang memancing perhatian penonton. Masih ada waktu untuk ananda Paniro.





















