Bus Angkut ASN DPRK Aceh Timur Terguling, Ini Penyebabnya

IDI I ACEHHERALD.com SEBUAH bus jenis Colt Mitsubishi yang sehari-hari mengangkut ASN dan tenaga kontrak DPRK Aceh Timur dari Kota Langsa ke pusat pemerintahan di Kota Idi, terguling di jalan Medan-Banda Aceh kawasan Kedai Bayeun Rantau Seulamat, Kamis (13/08/2020) sekitar pukul 08.30 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, tapi setidaknya cukup membuat para ASN dan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Kondisi bus DPRK ATIM yang terguling di badan jalan aspal kawasan Keude Bayeun Kecamatan Rantau Seulamat Aceh Timur, Kamis (13/08/2020) pagi. Bus ini terbalik dalam perjalanan dari Kota Langsa ke Idi Aceh Timur dengan membawa sekitar 35 ASN dan tenaga kontrak Setwan DPRK Aceh Timur. Foto IST.

IDI I ACEHHERALD.com

SEBUAH bus jenis Colt Mitsubishi yang sehari-hari mengangkut  ASN dan tenaga kontrak DPRK Aceh Timur dari Kota Langsa ke pusat pemerintahan di Kota Idi,  terguling di jalan  Medan-Banda Aceh kawasan Kedai Bayeun Rantau Seulamat, Kamis (13/08/2020) sekitar pukul 08.30 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa, tapi setidaknya cukup membuat para ASN dan tenaga kontrak di dalam bus tersebut trauma. Menurut keterangan salah seorang  penumpang yang  hanya mengalami  luka ringan, bus bertuliskan DPRK ATIM BL7052 AC  yang dikemudikan  Rahmat (50) terguling akibat rem blong.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, ia melihat bus itu oleng di tengah jalan dan tak lama kemudian terguling. Sebelum bus itu melintang di tengah jalan, ada sebuah mobil lain di depan bus dan pada sisi kanan jalan melintas sebuah truk.

Melihat kondisi itu kata saksi, sopir banting stir dan ketika itu pula badan  bus terguling dengan posisi melintang di tepi jalan. Akibatnya kaca depan dan samping bus pecah hingga para penumpang berhimpitan dan  korban yang luka langsung dilarikan ke Puskesmas Bayeun yang hanya berjarak belasan meter dari TKP.

Sebagaimana biasanya, bus DPRK ATIM yang mengalami naas itu setiap hari bolak-balik antara Langsa-Idi yang jaraknya sekitar 66 kilometer. Jika satu hari saja roda bus ini tidak berputar, maka puluhan ASN dan tenaga kontrak Setwan DPRK Aceh Timur yang umumnya berdomisili di Kota Langsa harus mengeluarkan kocek  hingga Rp 50.000 untuk ongkos bus dan ongkos becak.

 

Penulis  : Ridwan Suud (Aceh Timur/Langsa)

Baca Juga:  Aceh Timur Raih WTP Ketujuh Kali

Berita Terkini

Haba Nanggroe