BPKS Gelar FGD Strategi Pengembangan Pariwisata Dan Promosi Sabang FTZ

SABANG I ACEH HERALD BADAN Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Pedagangan Sabang (BPKS) membahas tentang upaya memajukan pariwisata Sabang dengan konsep yang terintegraai dan berkelanjutan. Kegiatan yang dinaungi oleh Deputi Komersil dan Investasi ini diselenggarakan di Mata Ie Resort Hotel, Sabang pada Kamis (4/11) lalu. Melalui rilis Humas BPKS disebutkan, tampil sebagai nara sumber adalah … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Foto Humas BPKS Sabang

SABANG I ACEH HERALD

BADAN Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Pedagangan Sabang (BPKS) membahas tentang upaya memajukan pariwisata Sabang dengan konsep yang terintegraai dan berkelanjutan. Kegiatan yang dinaungi oleh Deputi Komersil dan Investasi ini diselenggarakan di Mata Ie Resort Hotel, Sabang pada Kamis (4/11) lalu.

Melalui rilis Humas BPKS disebutkan, tampil sebagai nara sumber adalah Fadjar Hutomo, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kosmas Harefa, Asisten Deputi Pembanguna Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Muhammad Firdaus, Kepala Sub Direktorat Wilayah Sumatera dan Kalimantan Kementerian Investasi/BKPM, Erwanto, Deputi Komersial dan Investasi BPKS, Aryo Kuncoro, Assiciate Director Urban Design, AECOM Indonesia, Doddy Dwinanda, Directorat Design and Planning Economics, AECOM Ibdonesia dan secara virtual tampil juga Christine Hutabarat, Direktur Strategi Bisnis dan Pemasaran PT. Indonesia Hotel Natour serta Faisal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariiwsata Sabang.

Dalam acara forum diskusi grop tersebut ada rekemondasi tertentu yang menjadi acuan dalam mengembangkan pariwasata di Sabang, tentunya harus berdasarkan pada komitmen dan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat setempat, mengingat tidak hanya terfokus pada objek wisata bahari, tapi objek wisata spritual juga.

BPKS diharapkan menjadi sebagai pembawa perubahan (agen of change) yang signifikan dan kompetitif, karena pengembangan pariwisata juga berkaitan dengan ekosistem di kawasan itu. Di sini, BPKS menampilkan posisi yang berbeda, sehingga tidak menjadi saingan, melainkan sebagai destinasi baru yang terkait dengan pembangunan pusat budaya daerah.

Selanjutnya, perubahan paradigma wisata massal ke wisata yang lebih khusus menjadi bagian yang harus dilakukan secara khusus juga. Seiring itu, perlu juga diperhatikan tahapan-tahapan pengembagannya seperti akselarasi wisata, penetrasian pasar, dan diservikasi produk lokal.

Baca Juga:  Ketua Komisi 3 DPRA: Status Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Sabang Belum Optimal

Berita Terkini

Haba Nanggroe