BPKS Akan Hapus Spot Blank Signal di Pulo Aceh, Tahun Ini Tambah  Satu Tower Komunikasi

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com BA DAN Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) bertekad untuk menghapus kawasan tanpa sinyal (spot blank signal) di Pulo Aceh,khususnya Pulo Breuh, sebagai bagian untuk menunjang aktifitas investasi dan pemberdayaan ekonomi di pulau yang juga menjadi kawasan Sabang itu. “Kita gandeng Kominfo dan operator seluler Telkomsel untuk maksud menghapus blank signal itu,” kata … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Briefing informal antara jajaran BPKS dengan vendor seluler yang dipimpin Plt Kepala BPKS di Pulo Breuh, Sabtu (22/08/2020). Foto Acehherald.Nurdinsyam

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com

BA DAN Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) bertekad untuk menghapus kawasan tanpa sinyal (spot blank signal) di Pulo Aceh,khususnya Pulo Breuh, sebagai bagian untuk menunjang aktifitas investasi dan pemberdayaan ekonomi di pulau yang juga menjadi kawasan Sabang itu. “Kita gandeng Kominfo dan operator seluler Telkomsel untuk maksud menghapus blank signal itu,” kata Plt Kepala BPKS Ir Razuardi Ibrahim MT yang akrab disapa Essex itu, Minggu (23/08/2020).

Menurut Razuardi, pihak BPKS telah mendapat lampu hijau untuk dibangunnya satu tower seluler di kawasan Utara Pulo Breuh tahun ini. Setelah itu baru diupayakan untuk kawasan tengah dan selatan Pulo Breuh. “Insya Allah dalam dua tahun ke depan, Pulo Aceh dan sekitarnya akan tak ada lagi kawasan tanpa sinyal seluler, ini bukan hanya menguntungkan warga setempat atau pelaku usaha, namun juga kapal kapal yang lalu lalang di sekitar Pulo Aceh, karena mereka bisa cepat mengirim informasi jika terjadi satu dan lain hal dalam pelayaran,”ungkap Essex.

Fasilitas tanpa blank spot itu juga akan makin mengundang minat berusaha di Pulo Aceh, yang kaya potensi perikananan, pariwisata, serta lahan untuk pengembangan pertanian dan perkebunan rakyat itu. Sementara saat ini BPKS sendiri telah membangun fasilitas infrastruktur berupa pelabuhan perikanan skala Samudra, serta jalan lingkar Pulo Breuh dan Pulo Nasi yang sebagian besarnya telah beraspal hotmix. “Sebagai gambaran, saat ini saja dengan teknis tangkap seadanya,  watga di Pulo Breuh saja rata rata ‘mengekspor lima ton per hari ikan kerapu,udang lobster dan gurita ke daratan Banda Aceh, ini potensi usaha yang sangat menjanjikan,” tandas Essex.

Dalam kaitan realisasi tower seluler itu, Sabtu (22/08/2020) pihak perwakilan dari PT Telkom dan mitranya telah melakukan pertemuan dengan Plt Kepala BPKS di Lampuyang. Inti dari pertemuan itu adalah laporan dari pihak Telkom yang telah mendapatkan persetujuan dari Kominfo RI untuk mendirikan satu tower komunikasi di Pulo Breuh, tahun ini. “Kami telah diberitahu final titik lokasi yang kala langsung disurvey oleh tim Jakarta, yaitu di Pulo Breuh Utara, dan tahun ini segera direalisasikan tower dimaksud oleh PT Telkomsel,” ujar Zamzami, perwakilan PT Telkom yang hadir dalam briefing singkat tersebut.

Baca Juga:  Ketua Komisi 3 DPRA: Status Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Sabang Belum Optimal

Zamzami menambahkan, setelah direalisasikan satu tower tahun ini, akan dilanjutkan dengan pendirian tower di kawasan tengah dan selatan Pulo Breuh. Setelah itu akan dilakukan hal yang sama di Pulo Nasi. Saat ini terus dilakukan survel lapangan di Pulo Nasi. “Kita bertekad hadir secara total di Kecamatan Pulo Aceh, untuk menjawab kebutuhan komunikasi udara rakyat setempat, serta juga pendukung untuk kemungkinan investasi di Pulo Aceh,” ujar Zamzami menjelang berangkat untuk melanjukan survei lapangan di Pulo Nasi.

 

Penulis                 : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe