KOTA JANTHO I ACEHHERALD – Memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang diperingati pada bulan Oktober setiap tahunnya, BPBD Aceh Besar sebagai salah satu pemangku kepentingan kebencanaan, melaksanakan kegiatan dalam kaitan Gerakan Nasional Pengurangan Risiko Bencana (GNPRB).
Kalak BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos, Sabtu (20/08/2022) mengatakan, Gerakan Nasional Pengurangan Risiko Bencana merupakan sebuah proses pemberdayaan komunitas yang fokus pada kegiatan partisipatif untuk mengkaji, merencanakan, mengorganisir, melalui aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, untuk mewujudkan komunitas yang mampu mengelola dan mengurangi risiko bencana atau mitigasi.
Dalam kaitan mitigasi bencana itu, BPBD Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan Perguruan Tinggi swasta STIES Banda Aceh Kelas Kota Jantho, menyelenggarakan Sekolah Laut yang bertempat di Pantai Nipah Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar. Kegiatan itu melibatkan 70 mahasiswa dan para dosen pengajar lembaga pendidikan dimaksud.

Menurut Ridwan Jamil, ragama kegiatan yang dilaksanakan diantaranya, memberikan edukasi dan pengetahuan kebencanaan bagi mahasiswa tentang pentingnya memelihara ekosistem wilayah pesisir. Pendirian shelter atau tenda pengungsi secara cepat dan terukur, pembersihan pantai (costal clearing), dan simulasi Evakuasi Mandiri
Marhalim, S.Kom, M, Kom sebagai ketua panitia pelaksana Matrikulasi Mahasiswa STIES Kelas Jantho mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Kalaksa BPBD Aceh Besar yang telah memfasilitasi dan memberikan materi Edukasi Kebencanaan pada kegiatan ini, pengetahuan yang sangat berharga bagi mahasiswa/wi nya itu.
Sementara Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, S, Sos, MSi sebagai pemateri berharap kepada peserta agar terus belajar dan menambah pengetahuan kebencanaan, mengingat masyarakat Aceh Besar dan sekitarnya berada di daerah yang tingkat kerawanan bencana yang tinggi. “Pencegahan dan Kesiapsiagaan adalah suatu yang harus kita perhatikan baik melalui sosialisasi maupun simulasi seperti yang kita lakukan hari ini,” tandas pria yang sering disapa koleganya dengan RJ ini.
Ditambahkan, upaya pelibatan seluruh bangsa dalam kampanye gerakan nasional diterjemahkan dalam tindakan kolektif melalui bentuk-bentuk tradisional kerjasama masyarakat seperti gotong royong. Gerakan iu akan menjadikan kesetiakawanan sosial dan kegotongroyongan sebagai tulang punggung pengelolaan risiko bencana di Indonesia.



















