
IDI | ACEHHERALD.com-
Sebanyak 226 dari 511 desa di Aceh Timur dilaporkan rawan bencana banjir. Untuk itu, desa-desa yang diperkirakan rawan ancaman bencana itu perlu dilakukan antisipasi sedini mungkin agar tidak jatuh korban jiwa dan harta.
Hal itu dikemukakan Bupati Aceh Timur, H Hasballlah Bin HM Thaib, SH dalam rapat koordinasi (Rakor) persiapan siaga bencana di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur di Idi, Senin (08/11/2021).
Pada acara yang dihadiri Kabag Ops Polres Aceh Timur, AKP Salmidin, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Aiyub SKM MSi, Perwakilan Kodim 0104 Aceh Timur, serta sejumlah Kepala OPD, Bupati Hasballah yang akrab disapa Rocky menyebutkan, sesuai data dari BPBD, terdapat 226 desa di Aceh Timur rawan bencana banjir ketika musim penghujan.
Oleh karena itu, semua instansi terkait harus berkoordinasi dengan pihak Muspika sebagai langkah antisipasi pencegahan banjir sedini mungkin guna menghindari jatuhnya korban jiwa dan harta masyarakat.
Biasanya, lanjut Rocky, bencana banjir sering terjadi di akhir tahun 2021 dan awal 2022. Daerah yang paling rawan banjir karap menimpa desa-desa daerah pedalaman seperti Kecamatan Serbajadi, Peunarun, Ranto Peureulak, Pante Bidari, Julok dan sejumlah titik rawan lainnya.
Pada kesempatan itu, Kabag Ops Polres Aceh Timur, AKP Salmidin menyatakan jajarannya siap membantu. Namun saat ini, kata Salmidin banyaknya saluran di tingkat desa yang terabaikan sehingga perlu dibersihkan sehingga tidak ada sampah yang menumpuk.
Sementara Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi mengaku pihaknya telah mempersiap sejumlah fasilitas pendukung jika datangnya bencana, seperti tenda pengungsi, perahu karet, dan sejumlah personel gabungan yang akan dikerahkan.
Penulis Ridwan Suud


















