LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Bangunan meunasah dan makam pengikut Tgk Cot Plieng di Gampong Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe tidak terurus. Tiang bangunan (tameh) dan lantai sudah lapuk serta dipenuhi puing-puing papan yang sudah dimakan rayap. Jaga bangunan ini, rawat dan lestarikan serta jadikan lokasi wisata sejarah Kota Lhokseumawe.

Penjabat Walikota Lhokseumawe Dr Imran MA Cd bersama Camat Blang Mangat Ridha Fahmi SSTP MSP pada hari Kamis 22 September 2022 berkunjung ke lokasi itu. Ia melihat bangunan yang sudah lapuk dimakan rayap. Secara spontan ia mengambil sapu dan memindahkan papan dan menyapu debu yang berada di lantai bangunan tersebut.
Selain lokasi pemakaman yang disebut-sebut sebagai pengikut Tgk Cot Plieng ada juga bangunan yang digunakan sebagai meunasah oleh Tgk Cot Plieng pada masanya. Sosok ini menurut informasi yang diperoleh merupakan pejuang yang turut melawan tentara Jepang dan kemudian ia gugur di tempat itu. Lalu menurut berbagai versi jenasah Tgk Cot Plieng dibawa oleh Jepang ke Banda Aceh dan menurut versi lain jasatnya dibawa oleh pengikutnya dan kebumikan di Bayu.
Terlepas dari berbagai versi lokasi dimaksud adalah tempat bersejarah. Apalag di lokasi ini terdapat Rumah Aceh yang digunakan sebagai meunasah oleh Tgk Cot Plieng serta komplek kuburaan pengikutnya yang ikut gugur bersama saat meunasah tempat persembunyian di kepung Tentara Jepang
Pj Walikota Imran datang dan melihat bangunan meunasah yang tidak terawat dan di jadikan tempat penyimpanan berbagai barang oleh masyarkat gampong.
Imran bersama Ridha Fahmi membersihkan dan mengeluarkan semua isi meunasah .
Ia menyayangkan tidak adanya perawatan dan penghargaan terhadap kawasan yang mengandung Sejarah.
Imran meminta Camat Blang Mangat supaya menangani atap meunasah agar tidak bocor dan bangunan tidak rusak kena hujan. Meunasah dan kuburan 12 pengikutnya dapat dirawat serta dilestarikan serta dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah di Kota Lhokseumawe.(adv)
Penulis : Yuswardi




