Ada Keributan Saat Dinihai di Lokasi Pembuangan Bayi

IDI I ACEHHERALD.com rald.com- Warga Gampong Paya Demam Sa Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur digegerkan dengan temuan bayi tergeletak di kursi kayu teras rumah milik Abdullah, Senin (15/06/2020) subuh.
Belum diketahui siapa ibu bayi berjenis kelamin perempuan yang tega membuang anaknya itu. Tapi disebut-sebut, sebelum bayi yang dibalut popok kain batik itu ditemukan, terdengar ada suara keributan antara perempuan dan laki-laki sekitar pukul 03.00 WIB di depan rumah Abdullah, warga setempat.
Tak lama kemudian, suara keributan itu hilang bersama deru suara mobil yang mereka gunakan malam tersebut. Berat dugaan, pasangan yang bermobil itulah yang sengaja membuang bayinya di teras rumah Abdullah hingga esoknya membuat warga sekampung geger.
Fatmawati (38), seorang saksi mata menyebutkan, pada malam itu sekitar pukul.03.00 WIB ia mendengar suara keributan seorang laki-laki dan perempuan di pinggir jalan gampong tersebut. Tak lama berselang, terdengar suara mobil melaju dari pinggir jalan tersebut ke arah timur (arah Banda Aceh menuju Medan )

Lalu sekira pukul 05.00 WIB, Fatmawati mulai mendengar suara tangisan bayi di lokasi keributan tadi. Karena suasan di luar masih agak gelap, Fatmawati tidak berani keluar untuk melihat asal tangisan bayi tersebut dikarenakan takut terjebak oleh modus – modus perampokan.
Namun menjelang pagi atau sekitar pukul 05.30 WIB, seorang saksi lain yakni Muhammad (30) alias Amat Saree, warga Dusun Ranto Siren desa yang sama datang ke rumah Abdullah (TKP) dengan maksud untuk membantu Abdullah dikarenakan esoknya akan diadakan acara lamaran anak Abdullah.
Saat tiba di rumah Abdullah, saksi Muhammad langsung masuk kedalam rumah dan tidak melihat jika telah ada bayi tergeletak di atas kursi kayu disebabkan bayi tersebut tidak mengeluarkan suara.
Baru pada pukul 06.00 WIB pagi hari, Muhammad yang keluar dari rumah Abdullah hendak bekerja sebagai pemarut buah kelapa, mendengar tangisan bayi tergeletak di kursi kayu yang dibalut dengan selembar kain motif batik di teras rumah Abdullah.
Atas temuan itu, Muhammad memberitahu Fatimah seorang ibu rumah tangga agar menyelamatkan bayi tersebut sebelum kasus ini dilaporkan kepada Keusyik dan Kapolsek Pante Bidari.
Kapolres Aceh Timur melalui Kapolsek Pante Bidari, Iptu Iskandar Wijaya membenarkan pihaknya telah menerima laporan temuan bayi dan telah menerjunkan anggotanya ke TKP. Lalu bayi tak berdosa itu dibawa ke Puskesmas Matang Pudeng untuk pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya akan diselidiki motif dan pelaku pembuang bayi tersebut, demikian Kapolsek Iskandar Wijaya.
Penulis Ridwan Suud (Ach Timur/Kota Langsa)



















