REDELONG I ACEHHERALD.com – Walau secara tersirat, da’i kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) akhirnya blak-blakan tentang Pilkada Aceh atau kontestasi politik menuju kursi Gubernur/Wakil Gubernur Aceh 2025-2030. Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Bener Meriah di Redelong, Minggu (17/11/2024) pagi, menjadi saksi dari pernyataan UAS. Di depan Ustad Muhammad Fadhil Rahmi yang ikut mendampingi, ‘tolong jaga harga diri saya ini,” ujar UAS sambil menunjuk orang orang di belakangnya sebagai representasi ‘harga dirinya’ yang termasuk Syech Fadhil di sana.
Dalam Tabligh Akbar yang dihadiri ribuan warga itu secara terbuka UAS mengulik sejarah pertama kalinya ia ke Aceh kala peringatan tsunami tahun 2017. Kala itu UAS baru diusir dari Hongkong, namun ia diterima bagai pahlawan dengan semangat persaudaraan yang tinggi oleh warga Aceh. UAS ingin mengatakan secara tersirat bahwa kedatangannya kala itu dimotori oleh sahabatnya Muhammad Fadhil Rahmi (Syech Fadhil) yang juga Calon Wakil Gubernur Aceh berpasangan dengan Cagub Bustami Hamzah sebagai Paslon 01.
Ungkapan tersirat namun tegas itu terlihat dari tayangan video berdurasi dua menit sembilan detik saat UAS tampil di GOS Bener Meriah. Bahkan dalam video itu, UAS meminta agar para jamaah tidak melihat dirinya sebagai ustadz, tapi tengoklah sebagai saudara para jamaah. “Tengoklah aku sebagai saudara kalian, kini aku mempertaruhkan harga diri. Aku kalau mau nyaman, mau tenang, ngajar saja di kampus. S1 saya di Mesir, S2 saya Maroko, S3 saya di Sudan. Profesor saya Brunei. Profesor kedua Malaka. Profesor ke-3 Sabah Sarawak. Kenapa payah payah turun ke lapangan atau tanah lapang, bikin rusak skincare saya,” kata UAS sedikit bercanda dan disambut tawa dan tepukan oleh jamaah tabligh yang dominan diikuti kaum ibu serta juga ada kaum lelaki.
UAS dalam nada sedikit kocak mengatakan, beberapa hari ini ia berkeliling di Aceh hingga mukanya hitam, walau aslinya putih, sambil membuka kopiahnya, dan lagi lagi disambut tawa jamaah.
Mengawali tabligh akbar, UAS turut memperkenalkan sahabatnya kepada para jamaah. “Ibu-ibu dan saudaraku yang di Bener Meriah, ini hadir sahabat saya yang pertama sekali membawa saya ke Aceh, Ustadz Fadhil Rahmi,” kata UAS disambut tepuk tangan meriah dari jamaah.
UAS juga meminta jamaah memilih 01 sambil menunjuk ke arah Syech Fadhil. “Nomor berapa?” seru UAS di atas panggung. “Satu,…” jawab jamaah yang mayoritas mak-mak.
“Syech Fadhil,” teriak ibu-ibu di barisan lainnya. Mendengar hal ini, UAS kemudian tersenyum.“Sampaikan ke tetangga. Tetangga depan dan belakang, samping kiri kanan,” ujarnya.
“Siap ibu-ibu untuk mengajak bapak-bapak? Siap bapak-bapak untuk mengajak ibu-ibu?” seru UAS lagi disambut gemuruh setuju. “Bisa…janjiiii….jangan ada dusta diantara kita,” pungkas UAS disambut gemuruh ribaun jamaah yang memadati GOS. UAS lalu memimpin shalawat badar yang diikuti secara meriah oleh jamaah dengan mengangkat telunjuk (hanya satu jari ke atas) sebagai bentuk dukungan untuk Syech Fadhil atau Paslon 01.




