Tumis Kubis ACT Untuk Pengungsi Banjir Aceh Utara

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″] LHOKSUKON | ACEH HERALD PARA pengungsi korban banjir yang melanda Aceh Utara sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Ribuan pengungsi yang tersebar di ebrbagai titik pengungsi dilaporkan sangat bahan kebutuhan pokok, terutama menyangkut makanan sehari-hari. Informasi yang dihimpun Aceh Herald, para pengungsi Aceh Utara tersebar di berbagai wilayah, di antaranya di … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Relawan ACT memasak sayur untuk pengungsi (Dok.Foto Ist)

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]

LHOKSUKON | ACEH HERALD

PARA pengungsi korban banjir yang melanda Aceh Utara sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Ribuan pengungsi yang tersebar di ebrbagai titik pengungsi dilaporkan sangat bahan kebutuhan pokok, terutama menyangkut makanan sehari-hari.

Informasi yang dihimpun Aceh Herald, para pengungsi Aceh Utara tersebar di berbagai wilayah, di antaranya di Lhoksukon, Langkahan, Matang Kuli, Cot Girek, Tanah Luas, Kuta Makmur, Baktiya Barat, Pirak Timu, Geuredong Pase, Seunedon, Samudera, Meurah Mulia, Tanah Luas, dan Simpang Keuramat.

Banjir sejak hari Jumat (4/12/2020) hingga 8 Desember 2020 ini telah menyebabkan sekitar 13.882 kepala keluarga di Aceh Utara terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka dan kini terpaksa hidup di kamp-kamp pengungsian. Banjir besar yang berlangsung berhari-hari telah menyebab warga kehilangan harta dan bendanya. “Sebagian pengungsi mengaku sebagian harta benda tidak bisa mereka selamatkan karena sudah terkurung luapan air,” katanya.

Dalam suasana seperti ini bantuan dalam bentuk materil dan moril sangat diharapkan. Pemkab Aceh Utara sudah menyalurkan bantuan masa panik dan masih berlangsung hingga saat ini.

Disisi lain anggota DPRK Aceh Utara, paguyuban mahasiswa, Ormas, OKP, serta semua pihak sudah memberi bantuan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.

Bantuan yang diberikan tentu saja beda-beda. Namun yang menarik adalah gerakan yang dilakukan pemuda yang tergabung dalam Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pada hari pertama banjir mereka sudah mengirim relawan ke lokasi banjir.

Kemudian mereka juga menempatkan para relawan di dapur umum di lokasi pengungsian di Lhoksukon.
Selama dua hari mereka berada di dapur umum dan melihat menu untuk pengungsi adalah nasi putih dan mie instan. Tentu saja dua hari makan dengan menu dimaksud membuat para relawan berisiatif untuk memasak sayuran. Singkat cerita, mereka merogoh kocek pribadi dan secara rentengan mendapatkan uang sekitar Rp 80.
000 dan membeli sayur kubis. Relawan ACT dari perempuan menumis sayur kubis lalu memberikan pada pengungsi di lokasi itu.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Semeru, Belasan Orang Meninggal Dunia

Ketua Diseaster Emergency Respon (DER) Lhokseumawe, Rozy Haristia, kepada Aceh Herald, Selasa (8/12/2020) mengatakan, pihaknya masih berada di lapangan untuk membantu pengungsi. Sekecil apapun kegiatan yang bisa meringankan beban pengungsi kami lakukan.

Begitu juga dengan tumis sayur kubis yang dimasak oleh relawan adalah untuk membantu warga sehingga ada warna panganan yang dimakan saat berada di lokasi pengungsian.(*)

 

PENULIS     :     YUSWARDI

Berita Terkini

Haba Nanggroe