Kamis, April 15, 2021

Tuanku Muhammad Sayangkan Pembangunan IPAL Kembali Dilanjutkan

Tuanku Muhammad

BANDA ACEH I ACEH HERALD

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menyayangkan terbitnya surat dari Pemerintah Kota Banda Aceh kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melanjutkan proyek pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Surat itu ditandatangani oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Menurut sosok yang akrab disapa Tumad ini, surat tersebut menandakan jika Pemko Banda Aceh yakin untuk melanjutkan kembali proyek IPAL tersebut yang sempat dihentikan karena terjadinya polemik dengan ditemukannya nisan-nisan para pendahulu orang Aceh ketika proses penggalian pembangunan. “Berdasarkan data yang telah ditemukan, Gampong Pande dan Gampong Jawa merupakan tempat asal mula dari Bandar Aceh Darussalam, bahkan ada yang katakan itu kawasan pertama dari Darud Donya,” kata Tumad, Sabtu (27/2/2021).

Beredarnya surat Pemko Banda Aceh tersebut kata Tumad, telah menimbulkan protes dari masyarakat dan beragam komentar negatif karena dinilai bukan keputusan yang tepat.

Jika dilihat dari kebutuhannya kata Tumad, pembangunan IPAL akan bernilai positif untuk tata kelola Kota Banda Aceh yang lebih baik. Dengan jumlah penduduk yang semakin padat, tentunya dibutuhkan sistem sanitasi yang lebih baik. Namun, kata dia, lokasi yang dipilih hendaknya bukanlah kawasan konservasi sejarah yang saat ini sedang menjadi lokasi penelitian tentang asal muasal Bandar Aceh Darussalam. “Bagi orang Aceh konotasi limbah itu kotor, jorok, dan najis sehingga ketika harus disematkan di tempat yang seharusnya kita muliakan malah dibangun pembangunan yang dapat mencederai kemuliaan bangsa Aceh,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pembangunan IPAL tersebut menurutnya, mengurangi kemuliaan bangsa Aceh, semestinya terdapat tugu nol kilometer kota Bandar Aceh Darussalam tetapi harus ada tempat pembuangan sampah dan pengolahan limbah. “Jika ditelusuri lebih jauh tindakan itu mencederai hati masyarakat Aceh khususnya Banda Aceh, maka kita mendorong langkah Pemko Banda Aceh untuk sebaiknya tidak melanjutkan, daripada nanti timbul gejolak masyarakat,” ungkapnya.

 

Berdasarkan pengamatan Tumad, reaksi masyarakat atas terbitnya surat itu dinilai lebih banyak yang memberikan respons negatif. Artinya, masyarakat tidak menginginkan ada pembangunan IPAL di lokasi itu dan hal ini harus menjadi pertimbangan pemerintah.

Tumad juga meminta agar Wali Kota Banda Aceh fokus pada sektor pembangunan lain yang menjadi visi misi terwujudnya Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariat Islam. Apalagi sisa kepemimpinannya hanya setahun lebih lagi. Jangan sampai polemik ini justru menghilangkan fokus pemerintah pada proyek-proyek lain yang lebih urgen.

 

Terakhir, politisi PKS ini mengapresiasi pihak-pihak yang telah mendorong agar proyek IPAL dihentikan. Terutama kepada pemerhati dan aktivis sejarah yang sedang berkonsenstrasi mengkaji kawasan konservasi tersebut.

- Advertisement -

Related Articles

Pagi Ini, Tores Bertolak Menuju Solo

BANDA ACEH I ACEH HERALD ASSALAMU’ALAIKUM Cek, meah Cek Zah, hana meutume kumpul, sebab singoh berangkat, karna ka di kirim tiket, meah cek, baru kabarin,...

Zona Oranye Meluas, Tren Kasus Covid-19 Meningkat

BANDA ACEH | ACEH HERALD— Pandemi Covid-19 di Aceh masih mengalami pasang surut. Meski dipastikan belum tidak ada zona merah, namun zona oranye kian meluas....

Kapolres Jemput “Kue Surga” di Kediaman Balita Penyandang Bibir Sumbing

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD- Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH menjemput "Kue Surga" di kediaman Aulia Furqan, balita penderita bibir sumbing di Desa Dakuta,...
- Advertisement -

Ikuti Kami

21,723FansSuka
0PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

Pagi Ini, Tores Bertolak Menuju Solo

BANDA ACEH I ACEH HERALD ASSALAMU’ALAIKUM Cek, meah Cek Zah, hana meutume kumpul, sebab singoh berangkat, karna ka di kirim tiket, meah cek, baru kabarin,...

Zona Oranye Meluas, Tren Kasus Covid-19 Meningkat

BANDA ACEH | ACEH HERALD— Pandemi Covid-19 di Aceh masih mengalami pasang surut. Meski dipastikan belum tidak ada zona merah, namun zona oranye kian meluas....

Kapolres Jemput “Kue Surga” di Kediaman Balita Penyandang Bibir Sumbing

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD- Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH menjemput "Kue Surga" di kediaman Aulia Furqan, balita penderita bibir sumbing di Desa Dakuta,...

9 Keuchik di Tapaktuan Dilantik, Ini Harapan Camat.

TAPAKTUAN | ACEH HERALD- Camat Tapaktuan, Halim Bahri SE atas nama Bupati Aceh Selatan melantik keuchik untuk sembilan gampong dalam Kecamatan Tapaktuan, periode 2021 –...

Harga Membaik, Laba Bersih Astra Agro Tohok Angka Rp 833 M

JAKARTA I ACEH HERALD DI TENGAH deraan pandemi global covid 19 yang membuat pertumbuhan ekonomi dunia terpuruk, manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk masih saja...
- Advertisement -