LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Trio fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lokseumawe memberi apresiasi terhadap program kerja Pj Walikota Lhokseumawe, Dr Imran dalam meningkatkan kebersihan kota. Ketiga fraksi yang memberikan apresiasi kinerja Pemko Lhokseumawe Fraksi Partai Aceh, Fraksi Demokrat Bersatu, dan Fraksi Gerindra mengtakan apa yang dilakukan sangat mendukung dalam mengubah wajah kota.
Pj Walikota Lhokseumawe, Imran sejak dilantik sudah banyak program yang dijalankan dan diharapkan bisa terus berjalan dan konsisten.
Jurubicara Fraksi Partai Aceh (FPA), Azhar Mahmud dalam pandangan akhir fraksi ketuk palu APBK-P, Jumat (30/9/2022) menilai, secara umum, Fraksi Partai Aceh mengapresiasi kinerja Pj.Walikota dalam kebersihan.
“Gebrakan dari awal pelantikan terkait dengan program Lhokseumawe bersih dari sampah sampai saat ini masih sangat konsisten semoga gebrakan ini tidak hanya bermanfaat bagi kita semua tapi juga membawa kemajuan bagi wajah kota Lhokseumawe ke depan,” ujar Azhar.
Fraksi Demokrat Bersatu. Jurubicara fraksi T Abdul Hakim mengatakan, pelaksanaan kebersihan kota menjadi keberhasilan. Tidak hanya terbatas pada gerakan di lapangan, tetapi edukasi harus terus diberikan agar masyarakat tahu membuang sampah.
Hal penting lainnya adalah sarana perlengkapan untuk sampah harus menjadi perhatian. Dan PAD melalui pajak dan retrisbusi harus menjadi perhatian untuk kesejahteraan masyarakat.
Baik FPA dan FPD, fraksi lain yang menyetujui APBK P adalah fraksi Gerinda. “Gerindra sepakat dan setuju APBK P tahun 2022,” ujar Zulkaidir.
Setelah semua fraksi setuju, lalu pimpinan sidang Ismail A Manaf ketuk palu sebagai tanda dewan secara kelembagaan sepakat dengan APBK P.
Sementara itu Pj Walikota Lhokseumawe Dr Imran mengatakan, minimnya dana dalam APBK P menyebabkan tidak ada pembelian mobil dinas untuk walikota. Anggaran yang ada difokuskan pada kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, penetapan perubahan APBK tahun anggaran 2022 mengacu pada Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022 yang sudah disepakati antara Pemerintah Kota Lhokseumawe dengan DPRK Lhokseumawe. Komposisi Pendapatan Daerah sebelum perubahan sebesar Rp.786.728.218.630 Milyar, dan setelah perubahan , Rp.828.367.052.987 Milyar atau bertambah sebesar Rp.41.638.834.357 Milyar dari total pendapatan atau mengalami kenaikan sebesar 4,80%.
Selanjutnya Belanja Daerah sebelum perubahan sebesar Rp.818.651.428.592 Milyar, setelah perubahan sebesar Rp.874.851.664.000 Milyar bertambah sebesar Rp.56.200.235.408, Milyar dari total belanja atau mengalami kenaikan sebesar 6,21%. Target pendapatan dan kebutuhan belanja daerah tersebut, pada Rancangan Perubahan APBK Tahun Anggaran 2022 mengalami defisit sebesar Rp.46.484.611.013, Milyar yang ditutupi dengan Pembiayaan Netto sebesar Rp.46.484.611.013 Milyar.
Dia mengatakan, rancangan Perubahan APBK Lhokseumawe Tahun Anggaran 2022 tidak terjadi defisit. Hal tersebut sangat sesuai dengan prinsip anggaran berimbang yakni adanya keseimbangan antara pendapatan, belanja dan pembiayaan. Keseluruhan kebijakan tersebut, telah terangkum dan menjadi bahan untuk Rancangan Qanun Perubahan APBK Kota Lhokseumawe Tahun Anggaran 2022.(*)
Penulis : Yuswardi




















