
BANDA ACEH I ACEHHERALD.com
CEO Trans Continent, Ismail Rasyid akhirnya menjelaskan kebijakan perusahaan tentang Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong yang berkembang sangat simpang-siur hingga ada pihak yang saling hujat-menghujat.

“Maka izinkan kami pada kesempatan ini untuk memberikan penjelasan kepada semua pihak, baik beberapa unsur pemerintah yang terlibat langsung dalam proses ini sejak awal, maupun yang tidak terlibat langsung. Agar tidak terjadi mis-interprestasi terhadap situasi, khususnya kepada masyarakat Aceh,” ujar Ismail Rasyid dalam siaran persnya, Selasa (19/5/2020).
Dikatakan, pihaknya mengharapkan semua pihak dapat menilai duduk persoalan yang sebenarnya dan memahami proses serta progres yang telah berlangsung sehingga mendapatkan info yang proporsional.
Terlampir kronologis proses kerjasama Kawasan Industri Aceh Ladong (20 Desember 2018 s/d 15 April 2020) dan komunikasi dengan PT. PEMA/Pemda Aceh. Marilah secara bersama kita melihat permasalahan ini secara jernih.
Trans Continent, saat ini memutuskan MENGUNDURKAN DIRI dari Kawasan Industri Aceh Ladong hanya karena pertimbangan dan kajian bisnis, karena belum ada wujud komitmen nyata dari pemerintah terhadap proses pembangunan Kawasan Industri Aceh Ladong. Namun kami tegaskan bahwa Trans Continent TIDAK keluar dari Aceh dan kami tetap akan berusaha di Aceh.
Siapa saja tentu bisa keliru, namun ada baiknya segera kita introspeksi diri masing-masing. Sebagai masyarakat Aceh sekaligus salah satu investor, kami mengharapkan kedepannya Pemerintah Aceh dapat lebih proaktif dan responsif terhadap potensi investasi, dan terbuka dalam membangun komunikasi dua arah, ujar CEO Trans Continent, Ismail Rasyid.




















