Tragedi Laka Maut Gunong Trans, Bocah Azzam Berpulang Menyusul Ayah dan Ibu Tercinta

BLANGPIDIEIACEH HERALD.com- Azzam Munandar, bocah laki-laki berumur 6 tahun, akhirnya menghembus napas tarakhir dalam perawatan khusus di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Selasa (22/8/2023) siang. Almarhum, dalam kondisi koma terus dalam rawatan intensive, ICCU RSUDZA Banda Aceh, sejenak dirujuk dalam kondisi tak sadarkan diri dari RSUD Nagan Raya. Putra bungsu pasangan … Read more

FOTO/IST Bocah Azzam Munandar (6 tahun), semasa hidupnya menjalani perawatan di ruangan khusus pada RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIEIACEH HERALD.com- Azzam Munandar, bocah laki-laki berumur 6 tahun, akhirnya menghembus napas tarakhir dalam perawatan khusus di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Selasa (22/8/2023) siang.

Almarhum, dalam kondisi koma terus dalam rawatan intensive, ICCU RSUDZA Banda Aceh, sejenak dirujuk dalam kondisi tak sadarkan diri dari RSUD Nagan Raya.

Putra bungsu pasangan almarhum Muzahar (47), Kepala Desa/Keuchik Gampong Rumah Panjang Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dan almarhumah Ida Rasidah (43), ini pergi untuk selama-lamanya menyusul kepergian ayah dan ibu tercinta.

Ketiganya merupakan korban meninggal dalam peristiwa laka lantas maut di kawasan Jalan Nasional Gunung Trans, lokasi Cembreing, Desa/Gampong Alue Bata, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Kamis, 10 Agustus 2023 lalu.

Azzam, murid TK Munawarah, Gampong Pinang, Susoh ini berpulang ke Rahmatullah bertepatan pada hari ke 12 ia menjalani perawatan di ruangan khusus pada RSUDZA akibat luka-luka serius yang diderita dalam kecelakaan sangat tragis tersebut.

Bocah malang ini berpulang dengan meninggalkan dua orang kakak tersayang yang sudah menjadi yatim piatu secara tiba-tiba. Adalah Arif Munandar, sekarang tercatat sebagai siswa kelas III Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blangpidie, dan Azril Munandar, siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Lamkuta, Susoh.

Jenazah Azzam dibawa pulang dengan mobil ambulans dari RSUDZA Banda Aceh, Selasa siang, tiba di rumah duka di Desa Rumah Panjang, Susoh, Selasa malam atau menjelang waktu shalat magrib, setelah menempuh perjalanan panjang selama sekitar 6 jam.

Isak tangis anggota keluarga, termasuk masyarakat menyambut kedatangan jasad bocah tersebut di rumah duka. Warga Gampong Rumah Panjang sekitarnya berkabung setelah tiga warganya (ayah, ibu, menyusul anak) meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas.

“Jasad bocah Azzam telah dikebumikan Selasa malam, proses pemakaman selesai sekira pukul 21.00 WIB,” kata Dedi Satria, Sekretaris Desa Rumah Panjang, Susoh ketika dihubungi AcehHerald.com.

Suasana haru-biriu masih sangat terasa sampai prosesi pemakaman, dimana Azzam dikebumikan bersebelahan dengan makam sang ayah dan ibu tercinta di lokasi kuburan umum dalam Kompleks Masjid Pusaka di Desa Pasie, Susoh.

Jasad sang ayah dan ibu dimakam satu liang pada Kamis malam, sekira pukul 20.15 WIB, sekitar 12 hari lalu.

Baca Juga:  Pj Walikota Lhokseumawe Keluarkan Surat Larangan Penambahan dan Penggantian Nama TBD

Rumah duka di kawasan padat penduduk Desa Rumah Panjang, hingga Rabu tadi terus didatangi pelayat untuk menyampaikan duka cita sangat mendalam. Pelayat bukan saja berasal dari warga setempat, melainkan tidak sedikit dari luar, termasuk dari luar Kecamatan Susoh.

Seperti diberitakan, warga Desa/Gampong Rumah Panjang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, larut dalam suasana duka sangat mendalam. Mereka berkabung setelah Keuchik Muzahar (47) meninggal secara tragis bersama istri tercinta Ida Rasidah (43) dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas di kawasan Gunung Trans, lokasi Cembreing, Desa/Gampong Alue Bata, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (10/8/2023) siang.

Prosesi pemakaman pasangan suami istri (pasutri) di pekuburan umum di Kompleks Masjid Pusaka, Desa Keude Pasie, berakhir sekitar pukul 23.00 WIB Kamis jelang tengah malam. Sementara sang bocah, Azzam Munandar mengalami luka serius dilarikan ke RSUD Sultan Iskandar Muda di Ujung Fatihah, Nagan Raya, kemudian dirujuk ke RSUDA Banda Aceh. Allah berkehendak lain, Azzam juga menghembus nafas terakhir pada hari ke 12 menjalani perawatan.

Keterangan diperoleh Acehherald.com, Muzahar mengendarai sepeda motor (sepmor) dinas kepala desa, jenis Honda Vario nomor polisi BL 209I CB dalam perjalanan pulang dari Meulaboh, Aceh Barat menuju Susoh, Abdya.

Ia membonceng istri Ida Rasidah dan anak bungsunya, Azzam Munandar yang duduk di tengah atau dipunggung sang ayah dan di depan ibu tercinta. Jalan Nasional kawasan Aceh Barat sudah berhasil dilalui, ketika melaju kawasan jalan raya Gunung Trans, Kabupaten Nagan Raya yang terkenal dengan rangkaian tikungan tajam, nahas pun terjadi.

Sepmor dinas yang dikendarai Keuchik Muzahar ketika melewati sebuah tikungan di kawasan Cembreing, Desa Alue Bata, Kecamatan Tadu Raya, bertabrakan dengan mobil angkutan barang (mobar) jenis truk Colt Diesel nomor polisi BK 8057 YG yang melaju dari arah berlawanan.

Mobar tersebut membawa muatan bibit kelapa sawit dari kawasan Sumatera Utara (Sumut) menuju Nagan Raya, dikemudikan Erwinsyah, warga Desa Gunung Bandung, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumut. Dalam mobar tersebut juga ada dua orang awak, yaitu M Gusti Triatmaja dan Suheri, juga dari Sumut.

Baca Juga:  Banda Aceh Pilot Project Program Sekolah Penggerak di Indonesia

Ketika peristiwa nahas itu terjadi, sepmor yang dikendarai Keuchik Muzahar dalam perjalanan pulang ke Susoh, Abdya, setelah membeli peralatan mobil pribadi di Meulaboh, Aceh Barat.

Masih menurut informasi yang dikumpulkan, Keuchik Muzahar dan istri Ida Rasidah (Ibu Rumah Tangga) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang diderita.

Sedangkan sang buah hati, Azzam Munandar juga mengalami luka serius, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM), Kabupaten Nagan Raya di Ujung Fatihah.

Dalam kondisi berlumuran darah, bocah tersebut dilarikan dengan mobil pikap milik warga yang berbaik hati yang secara kebetulan melintasi lokasi kejadian.

Mobil jenis pikap tersebut melintasi TKP, kemudian diminta bantu warga di lokasi untuk membawa bocah dalam kondisi tidak sadar diri ke rumah sakit. Pengemudi itu pun lalu memutuskan membawa bocah malang itu ke RSUD SIM di Ujong Fatihah.

Sedangkan sang ayah dan bunda yang sudah menjadi mayat dalam kondisi tergeletak di bahu jalan di TKP, tidak lama kemudian dievakuasi dengan mobil ambulans oleh aparat kepolisian yang datang ke TKP ke RSUD SIM di Ujung Fatihah.

Putra dari pasutri yang sudah meninggal dunia itu, dilaporkan mengalami kritis, kemudian dirujuk dari RSUD SIM Nagan Raya ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh, Kamis sore. Ia mendapat perawatan di ruangan khusus di rumah sakit tersebut.

Ada pun mobar jinis Colt Diesel yang terlibat trabakan dengan sepmor yang dikendarai keuchik, menurut keterangan setelah peristiwa tabrakan meninggalkan lokasi kejadian untuk menyelamat diri atau minta perlindungan di kantor polisi terdekat.

Kepergian Keuchik Rumah Panjang, Muzahar bersama istri tercinta untuk selama-lamanya, bukan saja meninggalkan duka sangat mendalam seluruh anggota keluarga almarhum, juga masyarat dan rekan para kepala desa Kecamatan Susoh khususnya dan Abdya umumnya.

Semasa hidupnya, Muzahar dan istri merupakan pribadi yang baik dan dikenal ramah. Muzahar menurut keterangan menjabat keuchik dua priode, termasuk jabatan Pj Keuchik.

Jabatan periode kedua Keuchik Rumah Panjang dilantik sekitar bulan Juni 2022 lalu, bersamaan ratusan keuchik baru di Kabupaten Abdya, saat itu.(*)
Penulis : Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe