BANDA ACEH I ACEH HERALD
Atap bangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Banda Aceh yang dikenal dengan Merduati dan terletak di kawasan Gampong Lampulo kawasan depan SMAN 2 Banda Aceh, roboh menimpa murid yang sedang mengaji. Akibatnya sedikitnya 11 siswa yang sedang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler mengaji menjelang petang itu mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Pantauan di lapangan, atap yang roboh terletak di bangunan ‘Balee Beut’ di dekat pagar sekolah. Kejadian terjadi sekitar pukul 15.20 WIB, Kamis (11/8/2022) tadi.
Saat kejadian, para siswa kelas 3 sedang mengajar mengaji. Tiba-tiba tiang penyangga atap seng yang sering dikatakan sebagai tombak layar, roboh menimpa para siswa.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan ke lokasi, seiring terdengar jerit histeris anak-anak di dalam gedung yang terkena runtuhan seng dan material lainnya, bahkan ada anak yang terjepit dengan seng. Proses evakuasi korban yang trauma berat itu membutuhkan waktu nyaris 40 menit. “Korban luka-luka yang sudah dibawa ke rumah sakit sekitar 10 orang,” kata dr Ika Mauliana dari PSC 119 Dinkes Aceh kepada awak media.
Usai kejadian, orang tua siswa berdatangan ke sekolah untuk menjemput anak mereka. Bangunan yang roboh tersebut sudah dipasang garis polisi.
“Rangka bangunan yang roboh menimpa dan menjebolkan atap balai pengajian di lantai dua. Waktu itu anak-anak sedang belajar mengaji,” kata seorang relawan RAPI dari Pusdalops BPBA, Suwardi/JZ01ASO.

Mengutip kesaksian warga yang berdampingan dengan sekolah tersebut, robohnya tombak layar bangunan yang sedang dalam proses pekerjaan itu menimbulkan suara yang menggelegar. Sempat dikira terjadi tabrakan kendaraan. Ternyata setelah dipastikan bangunan MIN yang roboh.
Saat ini proses evakuasi anak-anak sudah selesai dan semua korban yang luka-luka dilarikan ke RSUZA Banda Aceh dan RS Kesdam menggunakan beberapa unit ambulans. Orangtua murid yang mengetahui kejadian itu terlihat histeris dan langsung ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.
Menurut Suwardi, di lokasi kejadian sudah ada aparat keamanan dari Polresta Banda Aceh, Polsek, Kodim, Koramil, unsur BPBA, BPBD, relawan RAPI, pimpinan gampong, dan berbagai unsur lainnya. “Polisi sudah mengamankan lokasi kejadian,” ujar Suwardi yang ikut mengatur lalulintas.
Dari sumber di sekitar lokasi musibah menyebutkan, delapan murid yang dirawat di RSUDZA adalah, Hilal Muba, Zaid, Umar Hazik, Faiz Akbar, AlmerWanda, M Sultan, Razik Hanan dan Yazed Fakhriansyah.
Sementara tiga murid yang dilarikan ke RS Kesdam adalah Jinan Al Zaid, Nyak Ziq Rosyad dan Zaira Arika. Khusus di RSUDZA di antara para korban itu terdapat seorang ustazah. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut.





















