
IDI I ACEHHERALD.com – Wakil Ketua Tim Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Dr. Dyah Erty Idawati, MT mengapresiasi Pemkab Aceh Timur dalam hal penanganan wabah corona sehingga Aceh Timur masuk kategori nihil Covid-19.
Pujian tersebut disampaikan Diah Etty Idawati pada acara penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat tidak mampu di Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (6/6/2020).
Menurut Dyah, penanganan masalah wabah Covid-19 di Aceh Timur sangat baik. Kecuali Aceh Timur, Pemerintah Aceh juga turut mendapatkan pujian dari Pemerintah Pusat mengenai penanganan masalah wabah ini, ujar Diah Erty Idawati lagi.
Meski demikian ia tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada serta menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan agar terhindar dari penularan maupun penyebaran virus Covid-19.
Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M Thaib, SH yang akrab disapa Rocky menyebutkan Aceh Timur siaga dalam menghadapi wabah virus corona, dimana jumlah ODP hanya tinggal 2 kasus.
Sementara PDP terdapat 4 kasus dan 2 penderita dinyatakan sudah bebas covid. Sedangkan 2 orang penderita lagi masih menjalani isolasi, terang Rocky sambil mengucapkan terima kasih kepada Ibu Plt. Gunernur Aceh ini atas kepeduliannya kepada masyarakat Aceh Timur dengan meringankan beban mereka dalam menghadapi penyebaran Covid-19.
Pada kesempatan itu, istri Nova Iriansyah yang PLT Gubernur itu ikut menyerahkan Bansos secara simbolis kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Rantau Selamat berupa 200 pcs masker dan 100 paket sembako seperti beras dan minyak goreng kepada 100 KK. Bantuan yang sama juga diberikan kepada 100 KK warga Kecamatan Idi Rayeuk.
Selain itu, Wakil Ketua Tim Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh Aceh didampingi Bupati Rocky juga menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan medis lainnya kepada RSUD dr. Zubir Mahmud Idi.
Terakhir, tim propinsi dan rombongan meninjau rumah tak layak huni di Desa Lueng Sa, Kecamatan Madat dan menyerahkan kunci rumah bantuan layak huni kepada Nuriman Ishak warga miskin desa setempat.
Penulis Ridwan Suud


















