
LANGSA I ACEHHERALD.com
Pengekangan yang panjang ditambah bulan Ramadhan 1441H, telah menyebabkan sejumlah warga diKota Langsa dan sekitarnya merasa haus hiburan dan ingin menikmati keindahan alam ciptaan Allah SWT. Alhamdulillah, keinginan yang begitu besar di kalangan masyarakat disahuti oleh pengelola Taman Hutan Kota Langsa.
Dan mereka berjuber pada saat taman hutan kota itu dibuka pada hari kedua lebaran Idul Fitri 2 Syawal 1441H atau bertepatan dengan hari Senin (25/5/2020).
Sejak diumumkan akan dibukanya Taman Wisata pasca lebaran di Langsa, memang telah menyebabkan sejumlah pihak ikut mengecam.
Namun, Ketua Pusat Taman Rekreasi Republik Indonesia (PUTRI) Aceh, Zulfitri yang lebih akrab disapa dengan panggilan Joel Bungalaw memberi apresiasi khusus terhadap pengelola obyek wisata di Langsa.
Menurut Joel Bungalaw, obyek wisata harus hidup. Rakyat harus diberikan kesempatan untuk menikmati keindahalan alam Aceh yang dianugerahkan Allah SWT. Namun, masalah protokol kesehatan harus tetap dilakukan.
Tes suhu badan, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Saya pikir tidak akan terlalu bermasalah bagi pengelola obyek wisata. Sekali lagi, saya salut terhadap pengelola obyek wisata di Kota Langsa,” ujar Zulfitri yang merupakan owner dari Joel Bungalaw Resort di kawasan pantai Lampuuk Kecamatan Lhoknga Aceh Besar.
Hasil pantau AcehHerald.com di beberapa objek wisata di kota Langsa kembali ramai dipenuhi pengunjung di hari kedua lebaran Idul Fitri 1441H. Ini membuktikan masyarakat memang sangat membutuhkan rekreasi setelah lama terpasung.
Sejak dibuka hari Senin (25/5/2020) Taman Hutan Kota disesaki pengunjung. Padahal sebelumnya, rencana pembukaan kembali salah satu tempat wisata terkenal di Kota Langsa itu sempat dikecam sejumlah pihak termasuk anggota DPRK Langsa.
Warga yang datang terlihat berjubel dan berdesakan sambil mengantri di pintu masuk.

Sebab, tempat ini menjadi salah satu lokasi alternatif bagi warga untuk menikmati liburan bersama keluarga, apalagi warga dilarang bepergian jauh seperti ke Medan Sumut disaat pendemi Cavid-19.
Sekarang di taman hutan kota ini, telah tersedia permainan seperti playing fox, perahu dayung, dan beberapa jenis hewan buas.
Pada hari pembukaan, banyak warga menjadikan tempat penangkaran buaya sebagai lokasi yang menyenangkan mengingat jumlahnya banyak dan besar-besar, termasuk jenis ular berbisa.
Beberapa pengunjung yang ditanyai AcehHerald.com menyebutkan rasa senangnya atas dibukanya kembali taman hutan kota.
“Saya senang atas pembukaan kembali tempat wisata yang sangat disenangi warga Kota Langsa,” ujar Mariani, warga Geudubang Jawa Kecamatan Langsa Baro.
Menurut salah seorang petugas Taman Hutan Kota, para pengunjung diharuskan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola. Diantaranya harus dites suhu tubuh sebelum masuk, mengunakan masker dan cuci tangan terlebih dahulu.
“Para pengunjung harus mematuhi aturan yang diterapkan sesuai protokol kesehatan. Kalau tidak, pengunjung tidak diperkenankan masuk,” terang Zol, petugas yang berdiri di pintu masuk.
Penulis : Ridwan Suud




















