Takut Covid-19, Nining Naik Sepmor 16 Hari Menuju MTQ Padang

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″] PADANG | ACEH HERALD LUAR biasa, perjuangan dan dedikasi Nining R Rusdin Wakiden (29), seorang anggota kafilah MTQ Nasional ke-27, dari Sulawesi Tengah. Takut dengan penularan Covid-19, wanita yang telah bersuami itu memilih naik sepeda motor dari Palu menuju Padang. Walhasil, bersama sang suami ia berhasil mencapai Padang setelah menempuh jalur … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Nining dan suami tiba di Padang (Dok. Foto Ist)

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]

PADANG | ACEH HERALD

LUAR biasa, perjuangan dan dedikasi Nining R Rusdin Wakiden (29), seorang anggota kafilah MTQ Nasional ke-27, dari Sulawesi Tengah. Takut dengan penularan Covid-19, wanita yang telah bersuami itu memilih naik sepeda motor dari Palu menuju Padang.

Walhasil, bersama sang suami ia berhasil mencapai Padang setelah menempuh jalur darat dengan sepmornya, selama 16 hari. Ia tkbateat waktu, atau sebelum acara MTQ dibuka.

Sejumlah kafilah yang terdiri dari ofisial dan peserta MTQ Nasional ke XXVII tahun 2020 yang sebentar lagi ditabuh telah berdatangan. Kontingen dari seluruh provinsi di Nusantara telah tiba di Kota Padang Sumatera Barat.

Perjuangan Nining sebagai peserta MTQ Nasional yang berasal dari Kabupaten Parigi, Moutong Sulawesi Tengah benar-benar diacungi jempol.

Dirilis dari Kumparan, Sabtu (14/11/20) pada hari Jumat 13 November 2020, Nining bersama suaminya Hasan CL Bunyu (43) berhasil mencapai Kota Padang dan menuju Kabupaten Padang Pariaman. “Butuh 16 hari lamanya dari Sulteng ke Padang menggunakan sepeda motor bersama suami. Perjalanan yang panjang itu, berkat dipandu aplikasi Google Maps,” ceritanya saat tiba di Padang.

Tapi ada cerita kurang menyenangkan dari Nining saat menggunakan aplikasi Google Maps dalam perjalanannya menuju Padang.

Berharap melalui aplikasi bakal menunjukkan jalan yang benar sehingga bisa sampai ke Padang. Tapi nyatanya, aplikasi itu sempat membuat Nining bersama suami tersesat hingga sampai ke perkebunan sawit yang berputar-putar selama 5 jam lamanya.

Hal itu dialaminya ketika memasuki Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Jalan yang mereka tempuh saat itu naik turun gunung. Awalnya jalan tampak mulus, namun akhirnya bertemu jalan rusak di ujungnya. “Selain tersesat di perkebunan, kami juga ada tersesat di daerah Tuban, Jawa Timur. Tapi setelah banyak tanya dan hingga mengikuti mobil pick up yang bersedia membantu menunjukkan jalan, akhirnya kami berada di jalan yang benar,” sebut Nining.

Baca Juga:  Taqwallah Silaturahmi dengan Ulama

Nining mengatakan perjalanan ini, adalah kali pertama menggunakan jalur darat, yang melintasi sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.

Pasutri ini hanya beristirahat di SPBU dengan mendirikan tenda.

Dia menjelaskan hal ini dilakukannya demi ikut MTQ di Sumbar dan menunjukkan spirit cinta Alquran. “Sebenarnya saya bersama suami agak khawatir naik pesawat, karena masih ada Covid-19. Jadi lebih baik naik sepeda motor saja, dan alhamdulillah sampai juga di Padang,” jelas Nining.(*)

 

PENULIS     :     */NURDINSYAM

Berita Terkini

Haba Nanggroe