
BLANGPIDIE | ACEH HERALD
SEDIKITNYA dua orang tenaga kesehatan (Nakes) di Abdya pingsan tak lama setelah menerima vaksin sinovac. Keduanya sempat dilarikan ke layanan Unit Gawat Darurat (UGD). Namun beredar juga rumors, keduanya tak sepenuhnya pingsan gegara vaksin, namun juga karena ketakutan yang berlebihan, serta kurang istrahat atau kelelahan. Di sisi lain muncul pertanyaan, mengapa keduanya lulus screening, sebelum vaksinasi dilakukan.
Kedua orang Nakes yang pingsan itu disebut sebagai petugas Rumah Sakit Umum Teungku Peukan Aceh Barat Daya (RSUTP Abdya).
Informasi yang diperoleh awak media, dua orang petugas itu belum ada identitasnya, tapi kabarnya seorang berjenis kelamin laki-laki dan seorang lagi perempuan.
Direktur RSUTP Abdya, dr. Ismail Muhammad, seperti dilansir beritamerdeka.net, mengakui jika setelah dilakukan vaksinasi memang ada timbul efek samping seperti psikis akibat ketakutan dan mual-mual bahkan sampai ada yang muntah. “Meskipun hasil screening bisa divaksin, akan tetapi apabila psikis tenaga kesehatan lemah bisa jadi itu menjadi pemicu mereka mengalami pingsan, ditambah lagi mungkin mereka terlalu lelah masuk piket,” ungkapnya, Senin (15/2/2021).
Namun saat ditanya soal Nakes yang pingsan, Ismuha mengaku belum mengetahui secara jelas berapa jumlah nakes usai divaksin jatuh pingsan. Sebab, katanya, sampai hari ini masih ada nakes yang menjalani vaksinasi di aula Syahminan. “Kalau jumlah total keseluruhan nakes yang pingsan belum kita ketahui, karena proses vaksinasi masih berjalan, tapi kalau dari pertama divaksin sampai kemarin jumlahnya barang 5 atau 6 orang nakes yang jatuh pingsan,” ucapnya.
Ismuha juga tidak menampik jika ada nakes sebanyak dua orang yang jatuh pingsan usai divaksin sempat dibawa ke ruang IGD untuk mendapatkan perawatan medis.
Kemudian, kata dia, setelah dilakukan perawatan medis, kedua tenaga kesehatan juga normal seperti biasanya. “Kita bawa ke IGD biar cepat mendapatkan perawatan medis, tapi sebenarnya vaksin itu tidak apa-apa, karena setiap penyuntikan itu memang ada efek sampingnya, jadi kita imbau kepada masyarakat dan tenaga kesehatan agar tidak takut untuk divaksin,” demikian pungkasnya.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi oleh sebuah media lokal, Ismuha malah sempat membantah jika ada Nakes di Abdya yang pingsan usai menerima vaksin.(*)


















