Syurga hanya Disiapkan untuk Orang Taqwa

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com Syurga hanya disiapkan Allah untuk orang-orang bertaqwa. Bukan untuk orang cantik, atau untuk orang kaya. Bukan pula untuk penguasa atau rakyat jelata. Karena itu, untuk menjadi orang taqwa, jauhkan diri dari sifat iri dan dengki. Sebab kedua sifat ini semua amalan ummat. Iri dan dengki itu lebih parah dari corona. Karena … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Drs Tgk Syarifuddin usai ceramah bersilaturrahmi dengan majlis imam mushalla Al Muhajirin Lamlagang, Banda Aceh, Kamis (21/5/2020). FOTO ACEHHERALD.COM/M NASIR YUSUF

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com

Syurga hanya disiapkan Allah untuk orang-orang bertaqwa. Bukan untuk orang cantik, atau untuk orang kaya. Bukan pula untuk penguasa atau rakyat jelata.

Karena itu, untuk menjadi orang taqwa, jauhkan diri dari sifat iri dan dengki. Sebab kedua sifat ini semua amalan ummat. Iri dan dengki itu lebih parah dari corona. Karena itu, kita harus menjauhkan diri dari sifat iri dan dengki seperti kita takut terhadap covid-19.

Hal itu dikemukakan Drs Tgk Syarifuddin dalam ceramah subuh di mushala Al Muhajirin Lamlagang, Banda Aceh, Kamis (21/5/2020).

Karena itu, Syarifuddin yang akrab disapa dengan nama Tgk Din meminta kepada jamaah shalat subuh jangan melihat tetangga beli mobil, dia sakit hati, lihat anak tetangga dapat jodoh lebih ganteng sudah langsung suuzon dengan tudingan dia pasti dipelet.

Pada kesempatan tersebut, Tgk Din menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bersedekah. Bersedekah, ketika kaya lebih bagus, ketika miskin lebih afdal. Kita bek kriet (jangan pelit).

Karena terlalu pelit, jangan sampai kita dicemooh teman atau tetangga sendiri dengan kalimat ejekan Kriet juwet pade, orang kriet rijang matee.

Mati di sini, tambah Tgk Din, bukan orangnya yang cepat mati. Tapi disini diartikan yang mati adalah hatinya. Mati nilai-nilai kemanusiaannya untuk bersedekah.

Pada kesempatan tersebut Tgk Din juga menyebutkan ciri-ciri orang mulia. “Orang mulia itu suka bersedekah, penyabar, mampu menahan amarah, dan orang bingkeng (pemarah) tidak masuk syurga,” ujarnya.

Karena itu kepada jamaah untuk selalu dianjurkan bersedekah, sabar,  memberi maaf, dan mampu menahan amarah.

Penulis : M Nasir Yusuf

 

 

 

Baca Juga:  Hj Rizayati Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Berita Terkini

Haba Nanggroe