JAKARTA I ACEHHERALD.com – Paska lambaian kartu merah terhadap Patrick Kluivert dari kursi pelatih Timnas Indonesia, beberapa nama mulai muncul. Dua nama yang paling disebut adalah mantan pelatih Timnas Garuda, Shin Tae Yong (STY) serta mantan pelatih Timnas Irak asal Spanyol, Jesus Casas. Posisi Casas saat ini di Timnas Irak digantikan oleh Graham Arnold.
STY secara tegas telah menyatakan no return (tak ada kata kembali) ke Indonesia. Mantan pelatih Timnas Korsel itu sepertinya terlalu sakit hati dengan pemutusan kontrak yang menurutnya serta sebagian gibol Indonesia terlalu politis dan dipaksakan.
Sementara Jesus Casas yang sempat digadang gadang oleh netizen Indonesia, sepertinya menyatakan welcome. Sejauh ini PSSI belum mengeluarkan statement apapun terkait suksesor Kluivert di Timnas. Hanya saja dari kandidat yang disorong oleh warga net, sepertinya mereka menginginkan Timnas dengan gaya menyerang serta dibarengi dengan tiki taka ala espanyola serta endurance full ala Asia Timur. Gaya itu ada pada Jesus dan spirit tenaga kuda di STY.
Nama Jesus Casas mungkin baru mencuat di Indonesia, tetapi kiprahnya bersama Timnas Irak sudah lebih dari cukup untuk menarik perhatian peminat kepelatihan yang mumpuni. Pelatih asal Spanyol ini berhasil membawa Irak menjuarai Gulf Cup 2023 dan tampil impresif di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Casas dikenal sebagai pelatih dengan filosofi sepak bola modern: menekankan penguasaan bola, pressing tinggi, dan organisasi permainan yang rapi. Di bawah arahannya, Irak menjelma menjadi tim yang tak hanya solid tapi juga menyenangkan untuk ditonton.
Tak heran jika banyak netizen Indonesia mulai melirik dirinya sebagai kandidat ideal. Bahkan, kolom komentar Instagram pribadinya kini dipenuhi ajakan untuk melatih Timnas Indonesia.
Salah satu warganet menulis, “Tanpa bermaksud merendahkan STY, tapi nih pelatih satu tingkat di atas. Terbukti dari Piala Asia sampai babak kedua Kualifikasi, STY belum pernah menang lawan dia.”
Ada pula yang memperingatkan Casas agar siap menghadapi realita sepak bola Indonesia: “Saya harap Anda berani menetapkan syarat ke PSSI jika direkrut. Harus punya otoritas penuh dan tidak dimanipulasi mafia serta politik sepak bola.”
Shin Tae-yong – Favorit Lama, Harapan Baru
Meski sudah tak lagi menangani Timnas, nama Shin Tae-yong tetap hangat di hati publik Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan ini dianggap sebagai sosok kunci dalam kebangkitan sepak bola nasional beberapa tahun terakhir.
STY membawa metode latihan modern, memperkuat fondasi usia muda, dan menjadikan Timnas kompetitif baik di level ASEAN maupun Asia. Meski sempat gagal membawa Indonesia lolos lebih jauh di Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia, banyak yang percaya bahwa proyek STY belum selesai.
Kini, setelah meninggalkan Ulsan Hyundai dan tengah menganggur, peluang untuk kembali ke kursi pelatih Garuda terbuka lebar. Dengan pengalaman dan pemahaman mendalam tentang karakter pemain Indonesia, Shin dianggap sebagai solusi cepat dan aman jika PSSI ingin menjaga stabilitas tim nasional.
Bernardo Tavares – Si Pendobrak dari Timur
Nama lain datang dari kompetisi domestik. Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang sukses besar bersama PSM Makassar, menjadi opsi menarik yang tak boleh diabaikan.
Di tangan Tavares, Juku Eja tampil solid dan konsisten di Liga 1, bahkan di level Asia. Ia dikenal sangat detail dalam hal taktik, serta punya sentuhan magis dalam mengembangkan pemain lokal. Salah satu contoh suksesnya adalah Ramadhan Sananta, striker muda yang mencuri perhatian nasional berkat polesan sang pelatih.
Keunggulan lain Tavares adalah pengalamannya menghadapi dinamika sepak bola Indonesia. Ia dinilai sebagai pilihan realistis jika PSSI menginginkan pelatih yang tak butuh waktu lama untuk beradaptasi.
Nama terakhir adalah pelatih Uzbeksitan, Timur Kapadze, mendadak jadi perbincangan usai masuk dalam daftar opsi pengganti Patrick Kluivert di Timnas Indonesia. Timur Kapadze sukses membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026 kali pertama dalam sejarah usai finis sebagai runner up Grup A.
Legenda sepak bola Uzbekistan itu sejatinya merupakan caretaker menggantikan Srecko Katanec yang dipecat. Namun performa gemilang Uzbekistan di bawah komandonya membuat Kapadze diangkat sebagai pelatih kepala. Belakangan Timur Kapadze memberikan kode ingin menjadi pelatih Timnas Indonesia. Kabar tersebut dimuat oleh akun Instagram @nusantara.ballers yang secara spontan mengirimkan pesan kepada Kapadze. Semua itu gegara Uzbek kini dilatih oleh Italiano Fabio Canavaro.




