IDI I ACEHHERALD.com – Setelah JR (31) dan IS (46), dua karyawan PT. Medco E&P Malaka divonis terinfeksi Covid-19, kini seorang lagi pasien usia remaja, berinisial AH (15), santri dayah warga Kecamatan Nurussalam Aceh Timur, dinyatakan positif Covid-19.
Dengan demikian, jumlah pasien bertambah menjadi tiga orang sehingga Aceh Timur menjadi daerah kuning Covid-19. “Ketiga pasien tersebut masih isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing. Cuma yang sangat kita sayangkan ada pasien yang enggan mengisolasi diri dan masih kontak dengan keluarga lain. Malah ada keluarga pasien juga enggan untuk diambil tes swap,” kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Aceh Timur, dr Edi Gunawan, Mars, Sabtu (01/08/2020) pagi.
Seharusnya, pasien yang sudah dinyatakan positif, jangan bandel. Sayangi keluarga dan orang lain. Ikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, harap dr Edi.
Terhadap pasien dan keluarga pasien yang masih membandel, lanjut dr Edi, pihak Gugus Tugas Covid-19 Aceh Timur telah melakukan koordinasi dengan pihak keamanan.
Terkait ditemukan lagi seorang pasien positif Covid-19 yakni AH (15), santri asal Nurussalam, pihaknya juga telah mengambil swap terhadap empat petugas medis RSUD Zubir Mahmud yang kontak langsung dengan pasien AH di IGD
Hasil rapid tes terhadap pasien AH reaktif Covid-19. Pasien yang hasil swapnya positif ini mempunyai riwayat kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Direncanakan, Senin (03/08/2020) akan diambil swap juga kepada semua keluarga AH,” terang dr Edi Gunawan yang juga Direktur RSUDZM Idi, Aceh Timur.
Atas peningkatan pasien Covid-19 ini, dr Edi mengimbau seluruh masyarakat Aceh Timur untuk terus mematuhi protokoler kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak. “Kita perlu berhati-hati karena Aceh saat ini telah menempati urutan ke 10 di Indonesia karena kasus perharinya tinggi, dan Aceh Timur telah berubah dari hijau menjadi kuning,” demikian dr Edi Gunawan.
Penulis Ridwan Suud (Aceh Timur/Langsa)


















