Sekda Aceh Pantau Vaksinasi Nakes di 17 Kabupaten/Kota

CALANG | ACEH HERALD – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah baru saja selesai melakukan kunjungan kerja ke 17 kabupaten/kota se-Aceh. Setidaknya ada 48 lokasi yang dikunjungi oleh Sekda Aceh dalam kunjungan kerja secara maraton selama 4 hari (10-13/2). Kunker ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 kepada para Tenaga Kesehatan (Nakes) di sejumlah sarana kesehatan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, memberikan arahan dan motivasi kepada tenaga kesehatan (Nakes) saat melakukan pemantauan vaksinasi Covid-19 bagi Nakes se Aceh, di Puskesmas Indra Jaya, Sabtu, (13/2/2021).

CALANG | ACEH HERALD – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah baru saja selesai melakukan kunjungan kerja ke 17 kabupaten/kota se-Aceh. Setidaknya ada 48 lokasi yang dikunjungi oleh Sekda Aceh dalam kunjungan kerja secara maraton selama 4 hari (10-13/2).

Kunker ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 kepada para Tenaga Kesehatan (Nakes) di sejumlah sarana kesehatan milik pemerintah. Selain itu, Sekda juga membagikan kiat sukses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi para Nakes.

Perjalanan Sekda dimulai sejak Rabu (10/2) pagi. Tepat pukul 06.00 Wib ba’da Subuh, Sekda yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh dr Makhrojal serta sejumlah ahli kesehatan lainnya, bertolak ke Kabupaten Pidie. Kunjungan kerja Sekda Aceh berakhir di Puskesmas Indra Jaya Kabupaten Pidie, sore ini, Sabtu (13/2/2021).

Kepada para nakes, setidaknya Sekda menyampaikan dua poin penting terkait vaksinasi Covid-19 di Aceh, yaitu percepatan vaksinasi Nakes dan sosialisasi vaksinasi kepada masyarakat.

“Upaya percepatan vaksinasi tahap pertama bagi nakes harus segera diselesaikan karena 14 hari ke depan, para Nakes harus mendapatkan suntikan kedua vaksin Covid-19. Kesuksesan vaksinasi bagi Nakes akan menjadi sarana sosialisasi efektif kepada masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, sangat banyak berita bohong atau hoax yang berkembang di tengah masyarakat terkait vaksin Covid-19. Oleh karena itu, mari kita sukseskan vaksinasi ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Sekda.

Untuk diketahui bersama, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pemerintah telah mencanangkan program vaksinasi Covid-19 secara nasional termasuk Aceh.

Di tingkat Aceh, Pak Gubernur juga telah menerima suntikan serupa pada tanggal 15 Januari lalu, bersama para pejabat dan unsur Forkopimda. Namun, berbagai kabar bohong dan hoax yang tersebar di medsos sempat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.
Padahal, seluruh pemangku kebijakan terkait telah meneliti dan menyatakan vaksin Covid-19 aman.

Baca Juga:  BLT Rp 16,2 T, Mau Kebagian…..? Ini Caranya

Terkait vaksinasi, Sekda juga mengingatkan kepada para nakes agar tidak riya dan tidak pula takut berlebihan. “Jangan riya dan anggap sepele dengan penyakit ini, karena kita tahu segala sesuatu tentu merupakan ketetapan Allah. Tapi jangan pula takut berlebihan dan tidak mau divaksin, karena vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar kita dalam menghadapi pandemi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.”

Berbagi Kiat Sukses Vaksinasi

Sementara itu Direktur RSJ Aceh, Dr Makhrojal  dalam siaran pers yang dikirim Humas dan Protokol Pemerintah Aceh menjelaskan berbagai upaya percepatan vaksinasi nakes di Rumah Sakit Jiwa Aceh.

“Pada awalnya, vaksinasi di RSJ memang berjalan lambat, hal ini disebabkan karena metode yang kami lakukan kurang tepat. Namun setelah mendapatkan arahan dari Pak Gubernur dan Pak Sekda, kami berhasil menyelesaikan vaksinasi di RSJ hanya 4 hari saja,” ujar Makhrojal.

Makhrojal menambahkan, setelah menyusun sistem yang tepat dan efisien, tim vaksinator RSJ langsung melakukan vaksinasi terhadap Nakes di instansi tersebut.

“Alhamdulillah, setelah mendapat instruksi dan pengarahan dari Pak Gubernur dan Pak Sekda Aceh, kami sukses melakukan vaksinasi bagi Nakes di RSJ. Antusiasme Nakes sangat tinggi, bahkan selalu melebihi dari target harian. Hari Sabtu (7/2) target kami 60 nakes, Alhamdulillah yang tercapai justru sebanyak 83 nakes. Begitu juga di hari kedua, target kita 60 tapi yang divaksin justru sebanyak 83 nakes. Untuk diketahui bersama, vaksinator di RSJ hanya 1 orang,” ungkap Makhrojal.

Sementara itu, Dr Said, salah seorang dokter ahli penyakit dalam di RSJ, memberikan pemahaman singkat terkait vaksin Covid-19 kepada para Nakes.

Said berharap, pemahaman tersebut dapat disampaikan dan disosialisasikan oleh para nakes kepada masyarakat luas agar berbagai kabar bohong dan hoax yang selama ini tersebar di medsos dapat tergerus. Dan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan valid dari para Nakes.

Baca Juga:  Viral Karung Isi Kucing Dikuliti, Diduga Harga Jual Capai Rp70 Ribu Per Kg

Di bagian lain, dr Laura selaku Kepala Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh juga turut berbagi kiat sukses pelaksanaan vaksinasi di instansi yang dipimpinnya.

“Pada intinya, staf kita membutuhkan contoh. Nah sebagai pimpinan kita tentu harus menjadi tauladan yang baik. Saya adalah orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Puskesmas Kuta Alam. Setelah mengetahui tidak ada respons negatif pada diri saya, seluruh staf pun secara sukarela mendaftar dan mendapatkan suntikan vaksin. Saat ini, seluruh Nakes di puskesmas Kuta Alam sudah 100 persen divaksin,” ujar Laura.

Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi Nakes, di setiap kabupaten/kota yang disinggahi, Sekda Aceh juga meninjau pengaplikasian Gerakan Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau atau disingkat Gerakan Bereh di Kantor Samsat setempat. Dalam empat hari kunjungan kerjanya ini, total ada 48 titik yang disinggahi oleh Taqwallah dan rombongan, yaitu 17 RSUD, 14 Puskesmas dan 17 kantor Samsat.

Mulai dari Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Tamiang, Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Barat dan terakhir Aceh Jaya.[]

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe