Sayuti Abubakar Tiga Jam Bertemu Wartawan

Menjawab pertanyaan Acehherald tentang pemanfaatkan ruang kreatif pemuda walikota menjawab bahwa ia sudah bertemu Menkeraf T Riefki Harsya. Dalam pertemuan itu ia menyampaikan tentang program pengembangan kreativitas pemuda Lhokseumawe di Menkeraf dan pihak Kementerian menyambut baik. Lhokseumawe menjadi salah satu daerah nantinya yang akan dibantu, katanya.
Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH, bertemu wartawan pada Rabu (14/5/2025) di Aula Setdako. Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

LHOKSEUMAWE|ACEHHERALD.Com-Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH bertemu wartawan di Ruang Pertemuan Kantor Walikota Lhokseumawe, Rabu (14/5/2025). Dalam pertemuan bertajuk coffee morning (minum kupi pagi) walikota bicara ceplas-ceplos terhadap upaya yang dilakukan dalam masa sekitar 90 hari kerja pasca ia dilantik menjadi walikota Lhokseumawe tanggal 17 Februari 2025.

Pertemuan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.45 WIB. Didampingi Sekda T Adnan dan Asisten III dr Sayed Alam Zulfikar, walikota menyampaikan berbagai program yang telah dirancang serta melobi anggaran ke Jakarta. Lompatan yang nantinya akan dicapai Lhokseumawe tidak cukup dengan hanya mengandalkan APBK Lhokseumawe. Lobi ke Jakarta sangat diperlukan sehingga dana dari APBN nantinya bisa menopang pembangunan Lhokseumawe yang lebih baik ke depan.

Pengelolaan sampah dan kota yang bersih menjadi salahsatu topik yang diutarakan oleh Sayuti Abubakar. Begitupun tentang kota digital menjadi perhatian yang mesti lahir sehingga nantinya pengelolaan pemerintahan mulai dari perencanaan, penganggaran dan eksekusi program dan anggaran bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat.

Menjawab pertanyaan Acehherald tentang pemanfaatkan ruang kreatif pemuda walikota menjawab bahwa ia sudah bertemu Menkeraf T Riefki Harsya. Dalam pertemuan itu ia menyampaikan tentang program pengembangan kreativitas pemuda Lhokseumawe di Menkeraf dan pihak Kementerian menyambut baik. Lhokseumawe menjadi salah satu daerah nantinya yang akan dibantu, katanya.

Dalam sesi tanya jawab, Walikota Sayuti Abubakar mengakui tidak anti kritik. Ia sadar selaku pemimpin tidak ada yang sempurna dilakukan. Kritik dan saran diperlukan sepanjang itu bukan fitnah apalagi itu opini wartawan. Namun ia menjelaskan bahwa tidak takut pada tekanan dan ancaman untuk menempatakan seseorang pada jabatan tertentu. “Saya menganggap kalau mendukung nama tertentu untuk jabatan maka yang melobi itu sudah terima uang,” katanya.

Baca Juga:  Sat Res Narkoba Polres Pidie Ciduk Dua Pemilik Sabu di Tempat Terpisah

Dr Sayuti Abubakar menambahkan bahwa program yang dijalankan ini demi untuk kemajuan Lhokseumawe. Dukungan dari wartawan sangat diperlukan sehingga pembangunan tepat sasaran. Ia harus serius menjalankan program ini bersama kepala OPD. Sebab, kalau ada program yang tidak berjalan maka ia akan disalahkan.

Pertanyaan lain yang dijawab secara lugas terkait dengan pembangunan gedung yang mubazir, parkir yang semraut, lampu jalan, Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bagian Umum, investor, mutasi dan hal lain.

 

Perhatian Untuk Media

Penjelasan Sayuti Abubakar bukan hanya sebatas pada program kerja yang dilaksanakan di Pemko. Ia juga merespon terkait pertanyaan harus ada perhatian dari Pemko untuk keberlangsungan media terutama yang online.

Walikota sepakat terkait harus ada perhatian pemerintah untuk wartawan. Selama ini ujar walikota media sudah dibantu, tetapi tidak boleh dominan. Ia menyampaikan menemukan angka dalam anggaran tahun 2025 terkait bantuan untuk media sangat mencolok angkanya. Malah, saat ia bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) plot anggaran yang dominan untuk media menjadi perhatian dan pertanyaan.

Berita Terkini

Haba Nanggroe