LHOKSEUMAWE|ACEHHERALD.Com- Komitmen Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH menjaring kepala dinas yang inovatif untuk ditempatkan di 11 OPD sangat keras. Ia berjanji akan mencoret nama peserta yang masuk melalui calo atau pihak lain yang mengaku dekat dengan walikota.
“Ini masih berlangsung seleksi terbuka JPT, oleh karena itu perlu saya ingatkan jangan ada calo atau melobi partai pengusung dan orang dekat saya,” ujar Sayuti Abubakar didepan ribuan peserta apel, Jumat (1/9/2025) di Lapangan Hiraq.
Kalimat yang disampaikan walikota secara terbuka sangat tegas dan lugas. Ia tidak akan main-main dalam rekrutmen calon pembantu dirinya di pemerintahan nanti. Ini tahap awal dan peserta akan mengikuti serangkain ujian yang disiapkan oleh panitia seleksi. Pun demikian walikota mengakui akan menggunakan haknya saat peserta tinggal tiga orang. “Saya akan kedepankan profesional dan kemampuan pejabat yang ikut JPT.”
Suaranya meninggi saat ia minta pendaftar jangan ada gerakan untuk melobi PA, PNA, PKB, PPP ataupun melobi partai dan pihak lain yang ada afiliasi dengan dirinya. Kalau benar-benar ingin lulus maka belajarlah. “Saya tidak melakukan intervensi, kecuali nanti saat sudah masuk tiga besar dan itu kewenangan saya,” katanya.
Lalu apa sanksi pagi para pelobi, Sayuti akan mencoret nama pejabat tersebut. “Saya ingatkan kalau ada pejabat yang ikut seleksi terbuka dan melobi partai-partai yang sebutkan tadi maka nama pejabat itu saya coret,” ujarnya menggelegar.
Lhokseumawe ujar putra dari Peusangan Raya ini harus profesional, ini bukan hanya kata-kata saja tetapi ini tanggungjawab dirinya kepada Allah SWT dan masyarakat. Ini bukan seperti pidato yang asal bunyi tetapi tidak dipraktikkan. “Ini benar-benar saya jalankan dan kalau tidak maka saya berdosa,’ ujarnya.
Ia kembali mengulang kalimat atau peringatan bagi peserta JPT yang minta bantuan calo untuk usul nama. “Saya pastikan mencoret nama itu. Kalau saya tidak melalukan hal ini maka Lhokseumawe tidak akan berubah, melempem dan lemah. Saya pulang untuk membangun Lhokseumawe. Oleh karena itu saudara yang asal Lhokseumawe harus lebih bergairah lagi membangun kota dan jangan menghancurkan Lhokseumawe dari dalam. Ini pesan saya,” katanya.
Sebagaimana diberitakan pansel JPT membuka pendaftaran bagi pejabat untuk ditempatkan di 11 OPD yang kosong. Waktu pendaftaran telah beralhir tanggal 31 Juli 2025 dan panitia sedangan merekan nama-nama yang mendaftar. Dinas Pendidikan, PUPR, BPKD dan Bappeda menjadi incaran banyak pendaftaran.





















