
Fenomena Penonton Bodong
BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Standing ovation diberikan lebih dua puluh ribu penonton kepada Miftahul Hamdi dkk sejenak peluit panjang wasit memungkasi laga Persiraja vs Bhayangkara FC, di Stadion Harapan Bangsa, Sabtu (29/2/2020) malam. Satu angka diraih tim tuan rumah dalam laga yang keras hingga berdarah darah itu, terasa sangat special. Karena diraih saat laga debut Persiraja di Liga 1. Dan lawannya juga bukan ‘kaleng kaleng’ Bhayangkara FC yang berjuluk Guardian.
Penonton memang ingin pasukan idolanya meraih point penuh, namun mereka juga sadar, lawan kali ini bukanlah ayam sayur yang muda ditangkap dan disembelih.
Bagaimanapun, satu angka itu terasa begitu krusial, dan menjadi penyemangat bagi penggemar atau tifosi Persiraja. Setidaknya mereka akan kembali ke Stadion Harapan Bangsa untuk laga selanjutnya. Bahkan diperkirakan bakal makin ramai lagi.
Hal itu terbukti ketika Fari Komul dkk menghampiri tribun timur untuk mendengarkan lagu pamungkas dari obade skull, semua penonton ikut berdiri dan bernyanyi. Untuk memuaskan para tifosinya, Adam Mitler cs juga melakukan victory lap secara bersama menyapa penggemarnya, sebelum masuk ke kamar ganti. Dan tak ayal, standing ovation bergemuruh membahana di seluruh sudut stadion.
Sebelumnya, victory lap juga dilakukan salah seorang pemain Bhayangkara FC yang juga putra Aceh, TM Ichsan (19) yang juga disambut tepuk tangan gemuruh sebagai simpati penonton kepada anak Aceh itu. Dengan fenomena di hari perdana itu, hampir daoat dipastikan, laga Persiraja selanjutnya akan terus dinanti oleh para penggemar setianya.
Penonton berdiri
Sementara itu laga perdana Liga 1 tersebut membuat warga makin sadar sebagai penonton yang baik. Dari luar stadion, polisi yang katanya berjumlah seribuan orang dalam pengamanan kegiatan tersebut, telah menstrerilkan penonton secara ketat, sebelum masuk, yaitu tidak dibenarkan mmbawa air minrela dalam botol.
Namun persoalan klasik tetap saja terjadi. Penonton berjubel melebihi kapasitas jenis tribun yang ada. Kondisi iu dicurigai karena adanya penonton bodong. Masalahnya, seperti tribun D atau A yang jumkah kursinya sudah terukur, namun penonton yang masuk justru berlebih. Akibatnya banyak yang berdiri hingga menutup pemandangan penonton yang duduk. Tak ayal sumpah serapah ditumpahkan, hingga membuat penonton lain terganggu.
Isu penonton bodong yang masuk lewat oknum oknum tak bertanggung jawab dan menangguk di air keruh itu, tetap saja ada. Karena itu kita kembali mengharapakan masyarakat untuk membuang perilaku yang jelas jelas sangat tak diinginkan itu. Karena itu adalah lagu lama yang justru kini sangat memalukan. Sebab justru mengganggu dan menyabotase hak penonton yang sudah bersusah payah membeli tiket.
Penulis : Nurdinsyam




