HARI MINGGU Bulan Juli di hari ke sembilan tahun 2023. Pagi begitu cerah dan sumringah, sesumringah cahaya mentari yang baru merangkak keluar dari batas horizon ufuk timur. Sementara aliran air nan bening Krueng Sikundo di Kecamatan Pante Ceuremen Kabupaten Aceh Barat, menambah rasa syukur di suasana pagi di kawasan pelukan lembah Bukit Barisan.
Sebuah pemandangan eksotis tersaji dari bibir aliran air Krueng Sikundo, mengingatkan kita dengan film petualangan The Lord Of The Rings, yang mengeksploitasi eksotisme panorama Negeri Kiwi Selandia Baru.
Embun masih bergantung di rerumputan, saat mata hari baru bangun dari peraduan, kala Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs Mahdi Efendi bersama jajaran Forkopimda Aceh Barat, duduk semeja untuk melakukan sarapan pagi.
Sarapan pagi kali ini, bukanlah di dalam ruang ber AC, atau kamar penginapan dengan kasur empuk, namun dilakukan di bibir aliran Krueng Sikundo. Sebanyak dua buah meja bundar dipasang di atas bebatuan ‘pantai’ sedimen sungai.
Di atas meja terdapat sajian sarapan pagi yang sederhana, nasi putih plus kopi dan teh panas.
Para petinggi Aceh Barat, Pj Bupati dan jajaran Forkopimda yang baru melalui malam panjang di bawah tenda peleton dan tidur di atas palbet ala militer, baru saja menyelesaikan shalat subuh. Matahari baru bangkit dari peraduan, menyisakan panorama sunrise yang luar biasa di atas pantulan alira sungai.
Udara dingin masih menyungkup, saat Pj Bupati Mahdi dan jajaran Forkopimda serta mitra Pemkab Aceh Barat duduk bersama semeja di bibir sungai itu. Sambil sarapan pagi yang diselingi minuman kopi dan teh, jajaran Forkopimda yang merajut sinergitas melalui ajang Forkopimda Saweu Gampong itu, terlibat bincang ringan usai sarapan.
Pembicaraan mengalir begitu saja, penuh dengan suasana keakraban. Banyak hal yang dibicarakan dalam kesempatan pagi yang cerah itu, sambil memanjakan pandangan dengan kehijauan lingkungan Krueng Sikundo. “Perbincangan yang hangat dan solutif itu tak mesti di dalam ruang ber AC, namun juga di tepian sugai sekalipun. Bahkan lebih terasa dekat dengan alam serta efektif dalam menjalin keakraban. Semua dengan warna asli tanpa basa basi,” kata Pj Bupati Mahdi Efendi yang dihubungi awak media, Minggu pagi itu.

Acara sarapan pagi di bibir aliran sungai Sikundo itu, adalah rangkaian kegiatan Forkopimda Saweu Gampong yang berlangsung sepanjang Sabtu malam. Sebagai upaya untuk menjaring aspirasi masyarakat desa. “Alhamdulillah dukungan forkopimda sangat luar biasa, dan siap untuk berkolaborasi dan bersinergi unuk mendukung program pemerintah dalam rangka memberikan yang terbaik untuk Aceh Barat,” tutur Mahdi.
Secara terbuka, Mahdi mengapresiasi dan berterimakasih kepada Forkopimda atas dukungan dalam acara ‘Kemah Bineh Krueng Sikundo’ itu. Mahdi juga berterimakasih kepada masyarakat Gampong Sikundo dan Jambak serta masyarakat desa lainnya dalam kecamatan Pante Ceureumen atas jamuan dan kekerabatan selama petemuan non formal itu.
Mahdi bertekad untuk memaksimalkan potensi alam Sikundo untuk dijadikan sumber ekonomi kreatif masyarakat. Alam yang begitu menakjubkan, bisa mengundang wisatawan lokal dan nasional untuk meliriknya. “Kita akan berupaya ke arah itu, agar ekonomi masyarakat di sini bisa tumbuh dan mensejahterakan,” tandas Mahdi.
“Kebanggaan bagi kami bisa hadir dan menikmati suasana malam bersama masyarakat Gampong Sikundo untuk berkunjung dan bersilaturahmi. Selama ini saya hanya mendengar dari pihak kecamatan tentang kondisi masyarakat di sini, tapi hari ini kami ingin tatap muka berdialog bersama masyarakat untuk mengetahui apa kebutuhan paling mendasar di sini,” ucap Mahdi.
Sarapan bersama di atas bebatuan Krung Sikundo, makin membuktikan adanya tekad kolektif untuk memajukan Aceh Barat di masa hadapan. Tekad yang dibangun dengan hati yang bening, sebening aliran Krueng Sikundo di pagi Minggu.




















