Mualem : Ini Suatu Kebanggaan dan Penghormatan

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
JAKARTA | ACEH HERALD
SEMPAT menunggu dalam ketidakpastian, akibat regulasi yang mesti diperbarui, akhirnya Aceh-Sumut resmi menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024. Satu hal yang patut disambut hangat semua pihak terutama para penggiat olahraga di Aceh dan Sumut.
Inilah untuk pertama kalinya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional dihelat pada dua propinsi dengan status resmi sebagai tuan rumah. Aceh-Sumut memang telah ditetapkan sebagai tuan rumah PON ke-21 tahun 2024, sesuai hasil bidding tuan rumah PON XXI tahun 2018 lalu.
Dan Surat Keputusan (SK) Menpora Nomor 71 tahun 2020 tentang penetapan Pemerintah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah pelaksana PON XXI tahun 2024, itulah yang menjadi kunci dari akhir penantian tersebut. “Ini jadi pengalaman kita yang pertama. Jangan sampai SK ke luar, tetapi hal-hal yang ada di SK masih membuat abu-abu, itu akan menjadi perselisihan di antara dua tempat,” kata Zainudin setelah penyerahan SK yang dilakukan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/11).
SK tersebut secara resmi diserahkan oleh Menpora Zainudin Amali kepada Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman untuk selanjutnya diserahkan kepada perwakilan dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumut.
Zainudin meminta kedua daerah itu menyiapkan diri secara massive, terutama menyangkut persiapan venue dengan standar PON, bahkan bila memungkinkan dengan standar internasional. Selain itu agar kedua daerah bertetangga itu menjaga harmonisasi sebagai tuan rumah.
Karena potensi konflik atau perselisihan tetap saja ada, karena selama ini pada penyelenggaraan PON yang biasanya digelar di satu provinsi saja, tak jarang masih muncul ego kedaerahan dari masing-masing kota/kabupaten penyelenggara.
Meski demikian, ia akan meminta kepada KONI Pusat untuk membuat perencanaan serta panduan sedetail mungkin bagi masing-masing provinsi. Ia tidak mau penyelenggaraan PON di dua provinsi menjadikan hubungan keduanya menjadi tidak akur.
Dari Aceh, SK tuan rumah itu diterima oleh Kadispora Dedy Yuswadi, sementara dari Sumut SK diterima oleh Sekda Sabrina.
Kebanggaan dan Penghormatan
Ketua Umum KONI Aceh H. Muzakir Manaf yang hadir langsung pada acara penyerahan SK tersebut mengungkapkan, keputusan Pemerintah Pusat menetapkan Aceh-Sumut sebagai Tuan Rumah PON XXI Tahun 2024 merupakan tindaklanjut hasil bidding PON KONI se-Indonesia 2018 lalu. “Alhamdulillah saudara-saudara KONI se-Indonesia mempercayakan Aceh-Sumut sebagai penyelanggara PON XXI usai PON XX Papua. Dan hari ini secara resmi kita telah menerima SK dari Pemerintah Pusat melalui Menpora,” kata Mualem—sapaan akrab H. Muzakir Manaf—yang didampingi Ketua Harian H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) dan Sekum M. Nasir, SIP, MPA.
SK tersebut tambah Mualem, akan menjadi landasan bagi Aceh untuk segera melaksanakan segala sesuatu terkait persiapan menuju tuan rumah PON pada 2024 mendatang. “Ini (menjadi tuan rumah PON) merupakan suatu penghormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Aceh,” kata Mualem.
Mualem juga menambahkan, sejak PON pertama kali digelar pada tahun 1948, baru kali ini Aceh mendapatkan kepercayaan untuk menjadi host event olahraga paling bergengsi di Nusantara tersebut. “Insya Allah kita akan menyukseskan PON XXI tahun 2024, sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi,” ujar Mualem.
Sementara Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengingatkan, pembangunan venue-venue, baik di Aceh dan Sumut harus berstandar nasional dan internasional. Sehingga nantinya kedua daerah ini dapat menggelar event-event lain yang berskala nasional dan internasional. “Tidak hanya untuk PON, infrastrukur yang terbangun nantinya juga dapat digunakan untuk tujuan jangka panjang,” kata Marciano.
“Saya yakin dengan diserahkan SK penetapan tersebut, bahkan sebelumnya kedua provinsi telah melakukan persiapan-persiapan, maka kedua provinsi akan lebih berlari cepat untuk mempersiapkan diri,” tambah Marciano.
Sebelum SK tersebut diserahkan kepada Aceh dan Sumut, Gubernur Nova Iriansyah juga telah melakukan pertemuan dengan Menpora, awal Oktober lalu. Saat itu, Gubernur didampingi Sekum KONI Aceh M. Nasir, SIP, MPA dan Kadispora Dedy Yuswadi.
Kepada Menpora saat itu, Nova menegaskan komitmen Aceh untuk menyukseskan gelaran olahraga nasional tersebut.(*)
PENULIS : NURDINSYAM


















