
Sejumlah rumah tampak tertimpa pohon dan rusak karena atapnya diterbangkan angin puting beliung., Jumat (3/7/2020). Foto ACEH HERALD.COM/Ridwan Suud,
* Jalan Negara Macet 3 Jam
PEUREULAK | ACEH HERALD.com
Hujan lebat yang disertai petir, dan angin puting beliung memporak-porandakan sebagian pemukiman pendudk Gampong Alue Kumba Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur, Kamis (2/6/2020) malam.
Dalam musibah selepas magrib itu, puluhan rumah dan ratusan pohon kayu bertumbangan. Namun, hingga kini ada laporan tentang adanya korban jiwa atau warga yang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Sedangkan menyangkut bangunan yang rusak diperkirakan lebih dari 30 unit.
Akibat yang menumbangkan sejumlah pohon kayu, telah menyebabkan transportasi lintas trans Sumatera yang menghubungkan Medan-Banda Aceh sempat macet lebih tiga jam. “Ini karena belasan pohon kayu jenis jabon dari kebun warga tumbang dan menutupi seluruh badan jalan di daerah itu,” ujar Rahman salah seorang penumpang asal Banda Aceh yang sedang menuju Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Namun, katanya, arus transportasi di kawasan Rantau Seulamat itu baru normal kembali pada Kamis tengah malam setelah warga setempat turun tangan memotong batang kayu dan memindahkan dahan-dahan besar yang melintang di tengah jalan.
Wartawan AcehHerald.com ikut terjebak kemacetan hampir dua jam saat dalam perjalanan pulang dari Peureulak ke Langsa. Kemacetan yang paling parah terjadi di kawasan Desa Alue Kumba Rantau Seulamat karena terhalang enam pohon Jabon ukuran sebesar pohon kelapa. Pohon-pohon itu tumbang ke atas badan jalan.
Semula, banyak sopir mobil pribadi yang terjebak macet itu merasa heran kenapa puluhan kenderaan di depan mereka berhenti serentak. Padahal tidak ada tanda-tanda adanya kecelakaan walau digeruduk hujan lebat disertai petir membahana.
Setelah hujan agak reda, sejumlah sopir turun mencari tau apa penyebab kemacetan yang hampir lima kilometer dari dua arah yang berlawanan.
Berdasarkan informasi warga, kemacetan panjang itu dipicu dari tumbangnya belasan pohon yang ada di kiri kanan badan jalan. Malah di Desa Alue Kumba, ada enam pohon kayu jabon sebesar pohon kelapa bertumbangan dan menutup semua badan jalan.
Para sopir tak kuasa memindahkan pohon-pohon tersebut dan hanya bisa menunggu pasrah di tengah hujan lebat dan petir. Lebih satu jam menunggu, baru ada warga sekitar datang membantu dan menebang batang dan ranting pohon dengan parang karena mereka tak punya mesin pemotong kayu.
Karena menggunakan parang seadanya, pembersihan dan pemindahan batang kayu menjadi lamban meski akhirnya arus kendaraan yang sudah menumpuk dari dua arah itu berangsur normal.
Tidak ada korban jiwa saat belasan pohon bertumbangan karena lalu-lalang kendaraan ketika itu terbilang sepi. “Tidak ada jiwa karena pohon-pohon itu tumbang ketika hujan deras dan tiupan angin kencang” ujar Junaidi, salah seorang warga dengan baju yang basah kuyup yang ditanyai Kamis malam.
Korban sedang didata
Kepala Dusun Jumpa Gampong Alue Kumba Rantau Seulamat, Zulkarnaini yang ditanyai AcehHerald.com, Jumat (3/7/2020) pagi mengatakan pihaknya memperkirakan sedikitnya ada 30 rumah warga menjadi korban puting beliung.
Guna memperoleh kepastian, pihaknya kini sedang menjadi rumah-rumah yang rusak tertimpa pohon serta bangunan lain.Sebab, selain rumah, meunasah dan beberapa kios ikut tertimpa atau diterbangkan atapnya.
Penulis Ridwan Suud


















