
BIREUEN l ACEHHERALD.COM –
MASYARAKAT Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, mayoritas bergantung hidup dari hasil perkebunan. Sejak puluhan tahun lalu warga desa setempat kesehariannya berkebun dengan melintasi sungai karena taka da jembatan.
Satu unit jembatan gantung yang membelah sungai sejak dulu hingga kini sudah rusak. Jembatan gantung itu pun hanya bisa dilintasi sepeda motor, sehingga sulit bagi petani kebun mengangkut hasil panen.
Untuk menggantikan jembatan gantung tersebut, kini mulai dibangun jembatan rangka baja di Alue Phon Gampong Krueng Simpo.
Jembatan rangka baja tersebut dibangun oleh PT Takabeya Perkasa Group. Saat ini baru mulai pembersihan lokasi untuk pembangunan abudmen.
Keuchik Desa Krueng Simpo, Safrizal SPd kepada Acehherald.com, Rabu (19/08/2020) mengatakan, warga desanya kini mulai lega, karena jembatan yang sangat didambakan mulai dibangun. “Sejak tahun 2006 lalu kami sudah mengusulkan pembangunan jembatan rangka baja, agar bisa dilintasi mobil, meskipun sudah lama kami tunggu, alhamdulillah tahun 2020 mulai dibangun,” kata Safrizal.
Disebutkan Safrizal, jembatan rangka baja itu dari Krueng Simpo akan tembus ke Desa Alue Rambong, Buket Mulia dan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Juli.
Safrizal dan warga desanya sangat berterima kasih kepada Pemkab Bireuen dan khususnya kepada anggota DPRK Bireuen, Teuku Mubaraq serta Direktur PT Takabeya Bireuen, H Mukhlis AMd, yang telah memperjuangkan aspirasi dan harapan masyarakat Krueng Simpo. “Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sibangunnya jembatan rangka baja di desa kami,” ucap Safrizal.
Teuku Mubaraq juga sangat berterima kasih kepada Pemkab Bireuen dan masyarakat Krueng Simpo yang telah mendukung dibangunnya jembatan rangka baja itu.
Sementara itu, Direktur PT Takabeya Bireuen, H Mukhlis AMd menambahkan, panjang jembatan rangka baja yang akan dibangun pihaknya itu mencapai 50 meter, dengan lebar mencapai 6 meter. “Jika anggaran mencukupi kita akan merampungkan jembatan rangka baja itu akhir tahun ini, agar masyarakat dapat mempergunakan secepatnya,” kata Mukhlis.
PENULIS : FERIZAL HASAN (BIREUEN)


















