Pulang Shalat Subuh, Rumah Abdurrahman di Peusangan Terbakar

  BIREUEN l ACEHHERALD.com – Musibah datang tanpa diduga-duga. Seperti halnya yang dialami satu keluarga di Desa Pante Piyue Kecamatan Peusangan, Bireuen, Aceh, Minggu (9/8/2020) pagi. Satu unit rumah berkonstruksi beton atap seng milik Abdurrahman (60), guru Sekolah dasar Negeri (SDN) Alue Udeng Kecamatan Peusangan dan istrinya Roslaini (55), guru SMAN 1 Muara Batu, Aceh … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Satu unit rumah berkontsruksi beton atap seng milik Abdurrahman (60), guru SDN Alue Udeng, Peusangan dan istrinya Roslaini (55), guru SMAN 1 Muara Batu, Aceh Utara, di Dusun Teungoh, Desa Pante Piyeu, Peusangan, Bireuen, Aceh, terbakar, Minggu (9/8/2020) sekitar pukul 06.45 WIB. Tampak sejumlah warga yang ikut membantu memadamkan api. ACEHHERALD.COM l FERIZAL HASAN

 

BIREUEN l ACEHHERALD.com – Musibah datang tanpa diduga-duga. Seperti halnya yang dialami satu keluarga di Desa Pante Piyue Kecamatan Peusangan, Bireuen, Aceh, Minggu (9/8/2020) pagi.

Satu unit rumah berkonstruksi beton atap seng milik Abdurrahman (60), guru Sekolah dasar Negeri (SDN) Alue Udeng Kecamatan Peusangan dan istrinya Roslaini (55), guru SMAN 1 Muara Batu, Aceh Utara, yang terletak di Dusun Teungoh Desa Pante Piyeu, Peusangan, Bireuen, Aceh, terbakar.

Petugas Damkar sedang menyelamatkan barang-barang berharga dari kebakaran, FOTO ACEHHERALD.COM/FERIZAL HASAN

Musibah kebakaran itu terjadi saat Abdurrahman dan istrinya Roslaini, baru ulang Shalat Subuh dari masjid terdekat, Minggu (9/8/2020) sekitar pukul 06.45 WIB.

Rumah milik pasangan Cekgu yang terbakar itu berjarak sekitar dua kilometer arah utara jalan nasional Medan-Banda Aceh. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu.

Informasi dihimpun Acehherald.com, Ahad (9/8/2020) menyebutkan, saat itu pemilik rumah Abdurrahman dan istrinya Roslaini baru pulang dari masjid melaksanakan Shalat Subuh berjamaah.

Setiba di rumah, ada anaknya yang hendak membakar ikan di dapur. Beberapa saat kemudian, terjadi kebakaran.

Melihat api muncul di belakang rumah, sejumlah warga segera membantu memadamkan api, kemudian melaporkan ke pemadam kebakaran (damkar) Bireuen.

Dua unit mobil damkar dari Bireuen dan satu unit dari Kutablang tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Sejumlah barang dalam rumah di bagian depan berhasil diselamatkan ke luar, mulai lemari, pakaian, dan sejumlah barang berharga lainnya.

Pantauan Acehherald.com di lokasi kejadian, petugas damkar berusaha memadamkan api di bagian belakang rumah yang sudah ludes terbakar.

Sementara bagian dalam disiram agar api tidak meluas. Usaha memadamkan api bersama warga itu berhasil mencegah seluruh rumah hangus.

Alhasil, kondisi sekarang rumah utama atau bagian depan selamat dari musibah tersebut, kecuali ada sejumlah bagian dalam seperti loteng dan pintu yang ikut terbakar.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Besar Dampingi Kapolda Aceh Serahkan Kunci Rumah Dhuafa untuk Guree Seumuebuet di Ladong

Sejumlah anggota polisi dari Polsek Peuangan dan Koramil Peusangan, serta anggota Damkar, bersama masyarakat, bahu membahu ikut membantu menjinakkan ‘si jago merah’.

Komandan Regu Damkar dari Kutablang, Murdani didampingi anggota Damkar dari Bireuen kepada Acehherald.com, Minggu (9/8/2020), menyebutkan, mereka mendapat informasi kebakaran itu dari anggota damkar via radio, kemudian bergerak cepat ke lokasi untuk membantu memadamkan api.

“Hingga saat ini kita belum mengetahui kronologis kejadian yang menyebabkan rumah milik cekgu itu terbakar,” sebut Murdani.

PENULIS : FERIZAL HASAN (BIREUEN)

Berita Terkini

Haba Nanggroe