SINABANG I ACEHHERALD.com – Kegiatan Pra PORA Cabor Karate yang dihentikan sehari penuh, Kamis (27/11/2025) sejenak terjadi gempa Aceh yang beropusat di kawasan Perairan Sinabang, sekitar pukul 11.40 WIB jelang siang tadi, dipastikan dilanjutkan kembali. Namun kegiatan itu diopindahkan dari Gedung Serbaguna Sinabang, dipindahkan ke Lapangan Futsal di depan Mapolres Simeuklue.
Hal itu diungkapkan Ketua Pengprov FORKI Aceh, Sulaiman SE, sejenak usai rapat gabungan panitia dengan perwakilan Pengcab yang mengikuti kegiatan Pra Kualifikasi Cabor Karate menuju PORA 2026 di Calang di Shanom Coffee, Sinabang. Menurut Sulaiman yang memimpin langsung rapat tersebut, keputusan itu juga mengakomodir keinginan para Pengcab yang ikut.
Namun ditambahkan, terdapat pengecualian kepada mereka yang cedera dan belum melakukan pertandingan. Floor rapat yang ikut dihadiri langsung Bupati Sinabang, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H. (Monas) itu menyepakati, mereka yang cedera tapi belum melakukan pertandingan diberi golden tiket menuju PORA 2026. “Dengan kata lain mereka lolos otomatis, karena musibah itu adalah hal yang tak terduga serta berkatagori post majeur. Karena flor sepakat memberikan willcard untuk yang cedera,” kata Sulaiman.
Sementara nomor yang belum dipertandingkan, mulai pagi ini kembali dipertandingkan. Hanya saja, dengan pwertimbangan factor keamanan serta mitigasi dini terhadap gempa susulan, pihak panitia dan juga seizin Bupati selaku pembina panitia, memindahkan lokasi pertandingan ke lapangan futsal di depan Mapolres Simeulue. “Kita menggelar tanding lanjutan itu di lapangan atau out door, hingga atlet bisa lebih focus. Saat ini nomor yang tersisa adalah sebagian nomor Kumite, sedangkan semua nomor Kata telah diselesaikan. Diperkirakan rangkaian pertandingan itu akan berakhir Sabtu (30/11/2025),” kata Sulaiman yang ikut dibenarkan Mayor CKM Suryanata dan Koordinator Bidang Pertandingan Abzari Jafar.
Bupati Simeulue, Muhammad Nasrun Mikaris (Monas), mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue terus melakukan monitoring pascagempa, termasuk memastikan kondisi wasit, juri, dan atlet yang dirawat di RSUD Simeulue. “Saya pastikan seluruh korban (wasit dan atlit Pra PORA) musibah gempa mendapatkan perhatian dan penanganan medis terbaik. Ini musibah alam yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Pemkab Simeulue menegaskan komitmennya memberi pelayanan terbaik kepada seluruh delegasi yang hadir mengikuti Pra PORA IV/2025 cabang karate. “Saya memastikan jika seluruh peserta datang dengan selamat dan pulang dengan selamat serta nyaman selama mengikuti pertandingan,” kata Bupati Monas yang dalam rapat itu juga didampingi Ketua Panitia Pra PORA local, Syuhelmi SP yang juga Kadispora Simeulue.
Dibagian lain, Sulaiman menambahkan, rapat mendadak ini digelar sebagai tindak lanjut dari gempa yang terjadi pada pagi hari. Menurutnya, FORKI Aceh sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan KONI Aceh terkait mekanisme lanjutan pertandingan. “Ada wasit, juri, dan atlet yang terluka serta masih menjalani perawatan di RSUD Simeulue. Melalui rapat ini, kita mencari jalan keluar terbaik dengan cara musyawarah dan kepala dingin,” ujar Sulaiman.
Sementara itu, Ketua Panitia Mayor CKM Suryanata menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan menentukan solusi terhadap mekanisme lanjutan pertandingan.
Ia menegaskan bahwa keputusan rapat bahwa pertandingan akan digelar di Lapangan Futsal Poltage Suak Buluh, Simeulue Timur, mulai Jumat 28 November 2025 hingga pertandingan selesai. “Hasil rapat, seluruh delegasi sepakat untuk melanjutkan pertandingan dengan sejumlah opsi yang telah ditetapkan panitia,” tutupnya.



















