
BLANGPIDIE I ACEH HERALD
APARAT kepolisian dari Satreskrim Polres Aceh Barat Darat Daya (Abdya) bersama personel Polsek Babahrot, hingga Sabtu 2/7/2022) sore, masih bekerja keras untuk meringkus terduga pelaku eksekutor yang menewaskan pekerja kebun kelapa sawit di Jalan 30 kawasan Gampong Cot Seumantok Kecamatan Babahrot Kabupaten Abdya, pada Jumat sore.
Pihak kepolisian dilaporkan sudah mengantongi identitas terduga pelaku yang teridentifikasi berinisial Y, seorang laki-laki muda, warga Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot.
Kapolres Abdya melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim SH dihungi Aceh Herald.com menjelaskan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Masih dalam lidik bang,” jelasnya ketika dihubungi melalui pesan WA tentang perkembangan peristiwa menggempar tersebut, Sabtu sore, tadi.
Dari keterangan dikumpulkan Aceh Herald.com, bahwa sejumlah aparat kepolisian masih bertahan di kawasan Babahrot. Aparat menyisir semak-semak belukar sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP) atau daerah Jalan 30 Gampong Cot Seumantok yang diduga dijadikan tempat persembunyian terduga pelaku.
Aparat penegak hukum juga minta bantuan masyarakat untuk menyampaikan informasi tentang keberadaan terduga pelaku. Namun sejauh ini terduga pelaku belum tertangap.
Sukoco (37) tewas secara mengenaskan di tangan terduga pelaku Y di lokasi dekat sebuah kantin (usaha warung kecil-kecilan), kawasan Jalan 30, Gampong Cot Seumantok, Babahrot, bakda shalat Jumat (1/7/2022), sekira pukul 14.00 Wib.
Korban Sukoco berasal dari Medan, Sumut. Dia menikahi Nurmi, wanita asal Gampong Geulima Jaya, Kecamatan Susoh, Abdya.
Pasangan ini, sekitar satu tahun terakhir menetap dan telah menjadi warga Dusun Sentosa, Gampong Suka Mulya, Kecamatan Darul Makmur (Alue Bilie), Kabupaten Nagan Raya.
Sukoco sehari-hari mencari nafkah dengan mengambil upah kerja membersihkan kebun kelapa sawit. Selama beberapa bulan terakhir, korban bekerja membersihkan kebun kelapa sawit milik seseorang di kawasan Jalan 30, Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Abdya. Daerah ini, bertetangga dengan Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.
Masih berdasarkan keterangan dikumpul dari beberapa sumber bahwa bakda shalat Jumat, Sukoco datang ke TKP atau lokasi dekat sebuah kantin daerah Jalan 30. Dia datang ke lokasi dalam keadaan masih memakai pakaian kerja yang lusuh lengkap sepatu kerja.
Sukoco datang ke lokasi, menurut keterangan untuk menjual brondolan (biji kelapa sawit yang jatuh dari pohon).
Entah bagaimana, datang seorang laki-laki yang disebut bernama Y, kemudian mencekik korban dari arah belakang.
Bukan hanya itu, terduga pelaku Y menikam dada korban dengan sebilah pisau. Warga yang berada di lokasi tidak nampu berbuat banyak karena pelaku memegang pisau tajam.
Konon, melihat peristiwa sangat mengerikan tersebut, wanita penjaga kantin sempat menjerit. Terduga pelaku kabur dari lokasi kejadian setelah korban jatuh tersungkur dengan kondisi darah segar mengucur dari lubang luka tikaman di bagian dada.
Menerima laporan menggemparkan tersebut, segera saja Kapolsek Babahrot, Iptu Amril Bakhri SH bersama sejumlah anggota turun ke lokasi pedalaman itu.
Sejumlah anggota TNI juga memback-up upaya polisi melakukan penangkapan terduga pelaku. Setelah mendapat keterangan singkat tentang terduga pelaku, aparat segera bergerak.
Tidak berapa lama, terduga pelaku Y sempat terdeteksi oleh aparat. Bahkan, aparat sempat terlibat kejar-kejaran dengan terduga pelaku dalam areal sawah berlumpur, namun terduga pelaku berhasil lolos dalam semak belukar sekitar lokasi.
Sementara Sukoco dalam kondisi sudah meninggal di TKP, dievakuasi menuju RSU Teungku Peukan Abdya di Padang Meurantee, Susoh untuk kebutuhan visum.
Usai visum, jenazah korban Sukoco semula direncakan dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Suka Mulya, Darul Makmur, Nagan Raya.
Sang istri korban, Burmi, kenudian memutuskan jenazah suaminya itu dibawa ke rumah salah seorang famili dekatnya di Gampong Geulima Jaya, Susoh. Rumah ini, memang tidak begitu jauh dari RSU Teungku Peukan Abdya.
Meninggalkan Satu Putra Baru Sunat Rasul
Sementara jenazah almarhum Sukoco akhirnya dimakamkan di pemakaman umum Gampong Geulima Jaya, Susoh, Sabtu (11/7/2022) siang. “Proses pemakaman selesai pukul 11.00 Wib, tadi,” kata Keuchik Gampong Geulima Jaya, Syarifuddin kepada Aceh Herald.com.
Sepengetahuannya, almarhum meninggalkan satu putra yang beberapa hari lalu melaksanakan sunat rasul (khitan).
Sang anak tiba di Gampong Geulima Jaya dari Darul Makmur dibawa saudaranya dalam keadaan masih memakai kain sarung.
Terlihat pemandangan sangat mengharukan ketika sang putra yang menjelang usia remaja itu dipertemukan untuk terakhir kali dengan orangtua yang sudah menjadi mayat. “Tidak sedikit pelayat larut dalam haru melihat sang anak dibalut kain sarung dipertemukan dengan jenazah sang ayah untuk yang terakhir,” kata Keuchik Geulima Jaya.(*).
Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)


















