Deputi KPwBI Aceh: Insan Pers Miliki Peran Strategis Menjaga Pembangunan Perekonomian Aceh

Ekspektasi positif tersebut dapat menjaga optimisme, serta mencegah terjadinya chaos yang mungkin dipicu oleh disinformasi maupun hoaks dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, dimana sangat berdampak negatif dan destruktif bagi perekonomian.
Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, membuka acara Forum Komunikasi Mitra Jurnalis 2025 KPwBI Prov. Aceh di Sabang, Selasa (4/11/2025).

Iklan Baris

Lensa Warga

SABANG | ACEHHERALD.Com – Di era kemajuan informasi dan akselerasi teknologi saat ini, pihaknya memandang bahwa insan pers memiliki peranan sentral yang semakin krusial dan menjaga bauran kebijakan Bank Indonesia secara khusus.

Hal ini disampaikan Hertha Bastiawan, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, di acara Forum Komunikasi Mitra Jurnalis 2025 KPwBI Prov. Aceh di Sabang, Selasa (4/11/2025).

Dihadapan puluhan awak media dari Banda Aceh dan Aceh Besar, Hertha Bastiawan menyebutkan jurnalis merupakan mitra strategis dalam pembangunan dan menjaga optimisme publik, baik terhadap kebijakan perekonomian secara umum, maupun terhadap bauran kebijakan Bank Indonesia secara khusus.

Persepsi masyarakat yang optimis dan positif terhadap perekonomian dan bauran kebijakan BI dan pemerintah, yang terbangun melalui informasi akurat dari awak media, merupakan fondasi penting bagi stabilitas, kata Hertha Bastiawan, saat membuka Forum Komunikasi Mitra Jurnalis 2025, di Mata Ie Resort, Sabang.

Ekspektasi positif tersebut dapat menjaga optimisme, serta mencegah terjadinya chaos yang mungkin dipicu oleh disinformasi maupun hoaks dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, dimana sangat berdampak negatif dan destruktif bagi perekonomian.

Sehubungan dengan hal tersebut, ujarnya, dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi kebijakan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh senantiasa memandang penting untuk mempererat tali silaturahim, kemitraan, dan kolaborasi dengan jurnalis sebagai mitra utama dalam penyampaian informasi kepada publik, bersama membangun optimisme dan stabilitas untuk memperkokoh pembangunan menuju Indonesia Maju.

“Kami berbahagia dapat menyelenggarakan Forum Komunikasi Mitra Jurnalis tahun ini di Kota Sabang. Sesuai dengan agenda yang telah disiapkan, forum ini dirancang untuk memperkaya wawasan kita bersama, sekaligus mempererat tali silaturahim dan healing sejenak di tengah kesibukan,” katanya.

Baca Juga:  Ulama Dayah Dukung Vaksinasi di Lingkungan Dayah

Ia pun mengajak awak media bersama-sama mendalami topik-topik yang sangat relevan dengan zaman now, mulai dari teknik narrative journalism untuk memperkuat storytelling, pemanfaatan AI untuk transkripsi dan riset, serta bagaimana mengantisipasi tantangan pelindungan konsumen di era digital.

Perekonomian Aceh Tumbuh Positif

Dikatakannya perekonomian Aceh menunjukkan resiliensi yang baik. Berdasarkan data Pusat Badan Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi (PDRB) Aceh pada triwulan II 2025 tercatat tumbuh positif sebesar 4,82 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh kinerja Sektor Pertanian dan Perdagangan yang tetap solid.

Dari sisi stabilitas harga, masih berdasarkan data BPS, laju inflasi gabungan lima kota IHK di Aceh secara tahunan (yoy) pada Oktober 2025 tercatat sebesar 4,46 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan laju inflasi nasional sebesar 2,86 persen, akibat masih tingginya harga cabai merah karena keterbatasan pasokan, dan harga emas perhiasan yang dipengaruhi oleh perkembangan harga global.

Hal ini telah menjadi perhatian bersama, dan menegaskan pentingnya sinergi erat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui Strategi 4K: Ketersediaan pasokan; Keterjangkauan harga; Kelancaran distribusi; dan Komunikasi efektif, termasuk kampanye Belanja Bijak kepada masyarakat.

Di sisi lain, kabar menggembirakan hadir dari Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD). Antusiasme masyarakat Aceh dalam menyambut digitalisasi sistem pembayaran cukup luar biasa. Sampai dengan September 2025, pengguna QRIS di Aceh telah mencapai 698.113 pengguna, diikuti oleh merchant QRIS di Aceh sebanyak 230.036 yang sebagian besar adalah pelaku UMKM.

Hal ini mendorong volume transaksi QRIS di Aceh telah mencapai 18,35 juta transaksi, dengan jumlah nominal transaksi menembus Rp1,98 triliun selama Januari sampai dengan September 2025. Ini adalah cerminan kesiapan dan adaptasi masyarakat Aceh terhadap kemajuan ekonomi digital yang inklusif, serta lebih Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (Cemumuah).

Baca Juga:  Hacker LockBit Curi 15 Juta Data Nasabah BSI, Komisaris: Itu Hoax

Di sinilah peran media dan jurnalis menjadi sangat penting. Data-data ekonomi, antara lain PDRB, inflasi, dan QRIS, membutuhkan narasi dan konteks yang tepat agar mudah dipahami publik, serta turut membangun optimisme dan mendukung stabilitas.

BI Aceh menilai Jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen edukasi yang mencerahkan. Dengan pemahaman bersama yang dibangun dalam forum ini, Ia yakin awak media dapat menyajikan informasi yang akurat, mencerahkan, serta mampu menggambarkan relevansi dan dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia bagi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Kata Kunci (Tags):
bank indonesia, bi aceh, forum komunikasi mitra jurnalis, kpwbi aceh,

Berita Terkini

Haba Nanggroe