KOTA JANTHO I ACEHHERALD.com – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Muhammad Iswanto SSTP MM didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Sulaimi MSi, Senin (04/12/2023) menyambut kedatangan Kafilah dan rombongan MTQ ke 36 Kabupaten Aceh Besar, yang telah mengharumkan nama daerah pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Aceh tahun 2023 di Kabupaten Simeulue.
Penyambutan tersebut turut dihadiri Pj Ketua TP PKK Aceh Besar Cut Rezky Handayani SIP MM, Sekretaris Dewan, Kadis DSI, Kadisparpora, Kalaksa BPBD, Kadis Perikanan dan Kelautan Aceh Besar, Kepala ULP Aceh Besar, Camat Lhoong, Staf Kantor Camat Lhoong, Forum Keuchik Lhoong serta masyarakat. Penyambutan dipusatkan di Rest Area Gampong Pudeng Kecamatan Lhoong, , atau tak jauh dari perbatasan Aceh Besar dengan Aceh Jaya.
Dalam sambutannya, Muhammad Iswanto mengucapkan selamat datang kembali para kafilah ke kampung halaman di bumi Aceh Besar.
“Terima kasih, atas perjuangan yang sangat luar biasa, kalian sudah mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Aceh,” katanya.
Seperti diketahui, Aceh Besar gagal mempertahankan gelar juara umum yang ke-3 kalinya. Aceh Besar menempati posisi kedua dengan nilai total 64. Sementara Banda Aceh meraih angka meraih point total 66. Sebelumnya Aceh Besar menjuarai MTQ Aceh secara beruntun, yaitu MTQ Aceh ke-34 di Pidie serta ke-35 di Bener Meriah.
Iswanto dalam kata sambutannya menyatakan, Pemkab Aceh Besar akan mengingat pengorbanan dan dedikasi kafilah Aceh Besar di MTQ Sinabang. Karena itu akan diupayakan semacam penghargaan untuk para anggota kafilah yang menuai prestasi. Namun diingatkan, penghargaan akan diberikan tahun 2024, saat anggaran sudah memungkinkan.
“Walaupun dalam waktu yang sangat singkat tersebut, kami dari pemerintah tetap berusaha, karena ini wajib diberikan kepada saudara-saudara kita yang sudah berjuang, apalagi tempatnya di Simeulue dengan kondisi cuaca yang berubah-rubah, InsyaAllah diawal tahun nanti kita akan sampaikan kembali informasinya terkait apresiasi dari Pemkab tersebut,” ucapnya.
Ia menyebutkan, terkait dengan peraturan baru di MTQ 2025 tentang penggunaan peserta dari luar daerah. Menurut Iswanto, Aceh Besar tidak perlu memakai peserta dari luar Aceh Besar. Karena kebanggaan itu justru akan datang apabila para peserta yang mengikutinya beridentitas dan tinggal di Kabupaten Aceh Besar. “Dari awal sudah saya sampaikan kepada Ustadz dan pelatih, tolong fokus kepada peserta yang ber KTP dan tinggal di Aceh Besar, karena itu menjadi kebanggaan kita tersendiri. Untuk ke depan tolong dipersiapkan dari sekarang, sehingga para peserta baru tidak langsung diikut sertakan pada ajang MTQ tingkat Provinsi,” sebut Muhammad Iswanto.
Kemudian Muhammad Iswanto berpesan kepada seluruh peserta dimanapun berada, apapun aktivitasnya, tolong jangan lupa tanah kelahiran. “Apapun posisinya, kita harus mengedepankan daerah kita sendiri, itu paling penting dan harus ditanamkan dalam tubuh kita semua, jangan lupa daerah,” pesan Muhammad Iswanto.
Di akhir sambutannya, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Iswanto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan official atas perjuangan ini.
“Tolong sampaikan salam kami, kepada keluarga dan orang tua masing-masing peserta,” ungkap Muhammad Iswanto.
Sementara itu, Ketua Kafilah Aceh Besar Farhan AP mengatakan, pada MTQ ke 36 tingkat Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Besar memberangkatkan peserta sebanyaak 100 orang terdiri 55 peserta dan 44 official.
“Kami berangkat ke Simeulue pada tanggal 21 November dan sampai ke Simeulue tanggal 22 November 2023 dan Alhamdulillah kami bisa beradaptasi dengan cuaca di Simeulue,” katanya.
Ia menjelaskan, selama mengikuti perhelatan MTQ ke 36 Aceh, pada dasarnya semua peserta dari Aceh Besar sudah all out untuk tampil semaksimal mungkin di MTQ ke 36.
“Dan selama perhelatan MTQ para pelatih juga selalu mendampingi peserta selama 24 jam,” jelas Farhan.
Disamping itu, pada saat mengikuti MTQ di Simeulue, kafilah dari Kabupaten Aceh Besar berhasil mengirimkan sebanyak 22 cabang ke babak final MTQ ke 36 Aceh.
“Pada malam pengumuman, kita dari Aceh Besar berhasil menduduki pada peringkat kedua dengan perolehan nilai 64 dan juara umumnya adalah Kota Banda Aceh denga nilai 66,” tuturnya.
Dalam hal ini, atas nama ketua kafilah, official dan peserta memohon maaf kepada seluruh masyarakat Aceh Besar. Karena, para kafilah tidak berhasil mempertahankan juara umum yang ketiga kalinya pada MTQ ke-36 Aceh tahun 2023. “Kami memohon maaf, Kami menyadari, usaha yang kami lakukan sudah maksimal, namun Allah SWT menghendaki lain, karena waktu di lapangan banyak kendala yang kami hadapi salah satunya adalah banyak peserta tiba-tiba kurang sehat pada babak final, sehingga tidak bisa tampil dengan maksimal,” pungkasnya.



















